JAKARTA – WARTA BOGOR – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji menerbitkan surat edaran (SE) pemerintah daerah terkait gerakan ayah mengambil rapor anak ke sekolah.
Wihaji mengatakan penerbitan edaran itu lantaran ada sekitar 25% anak Indonesia yang tumbuh tanpa figur ayah atau fatherless.
“Surat edaran ini dibuat untuk menjawab suasana kebatinan masalah kurangnya kehadiran sosok ayah bagi anak-anak. Dalam hal ini, data kita menunjukkan ada sekitar 25% anak Indonesia mengalami fatherless (kehilangan sosok ayah) sehingga kami dari kementerian membuat kebijakan untuk mengingatkan bagi para ayah ataupun sosok ayah,” ujar Wihaji kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).
Wihaji berharap dari SE yang ditujukan kepada kepala daerah itu bisa meningkatkan peran ayah dalam tumbuh kembang anak.
Ia ingin setiap ayah di seluruh Indonesia memiliki peran yang maksimal terhadap kehidupan sang anak.
“Untuk hadir dan menambah perhatian kepada anak-anaknya dalam hal ini kita buat surat edaran agar para ayah untuk bisa mengambil rapor sehingga nanti ayah bisa mengetahui, memahami, tentang hasil studi bagi anak-anaknya. Sekaligus anaknya senang ayahnya hadir dalam kebutuhan yang hari ini sangat ditunggu oleh anak-anak,” ucapnya.
Dirinya juga itu tak ingin gawai atau gadget justru menjadi keluarga baru pendamping anak dalam setiap kegiatan. Wihaji mengatakan teknologi hadir hanya untuk membantu bukan sebaliknya.
“Keluarga baru itu adalah handphone, kita tidak anti-HP dan tidak anti-teknologi. Tapi jangan sampai teknologi justru mengatur kita, teknologi itu membantu kita dan melayani kita bukan sebaliknya. Karena itu kita minta bagi sosok ayah untuk bisa mengambil rapor sebagai bagian dari hadirnya ayah dalam kebutuhan anak,” tuturnya.
Sumber: detiknews