SUKABUMI-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan pertanian dan peternakan berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Mengusung konsep “Peternakan Domba Cerdas dan Selaras (Smart and Sustainable Sheep Farming)”, tim dosen Polbangtan Bogor melaksanakan pendampingan kepada Kelompok Tani Salaras di kawasan Ekowisata Sukagalih, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Program ini dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis agribisnis peternakan yang berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan evaluasi kelembagaan kelompok, identifikasi permasalahan peternak, serta pemeriksaan klinis awal ternak domba sebagai dasar penyusunan program pendampingan selama enam bulan. Sebanyak 30 anggota Kelompok Ternak Salaras mengikuti kegiatan yang dipusatkan di sekretariat kelompok. Tahapan awal ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kelembagaan, kemampuan kelompok, serta kesehatan ternak sehingga materi pendampingan benar‑benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Tim pengabdian diketuai oleh Mochammad Irfan Soleh, beranggotakan Arif Prastiyanto, Efri Junaedi, drh. Aulia Miftakhur Rahman, Deni Suprajat, Imas Rahayu, dan Nurbaiti Aslamiah Hafizh. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan diawali dengan kontrak belajar, dinamika kelompok, evaluasi kemampuan kelompok tani, hingga pemeriksaan klinis ternak. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun komitmen bersama sekaligus menciptakan suasana pendampingan yang aktif dan kolaboratif.
Ketua Tim PKM, Irfan, menjelaskan bahwa konsep Peternakan Domba Cerdas dan Selaras merupakan model pengembangan peternakan yang mengintegrasikan penguatan kelembagaan peternak, penerapan Good Farming Practices (GFP), kesehatan dan kesejahteraan ternak, pemanfaatan teknologi, ekonomi sirkular, serta pemasaran digital. “Peternakan modern tidak hanya berbicara tentang meningkatkan populasi ternak, tetapi juga bagaimana membangun peternak yang memiliki kelembagaan kuat, menerapkan budidaya yang baik, menjaga kesehatan ternak, memanfaatkan limbah menjadi nilai ekonomi, serta mampu memasarkan produknya secara mandiri. Itulah konsep Peternakan Domba Cerdas dan Selaras yang kami kembangkan bersama masyarakat,” jelas Irfan.
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, tim menemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi peternak, antara lain belum optimalnya partisipasi anggota kelompok, manajemen pemeliharaan yang masih tradisional, keterbatasan pencatatan reproduksi dan kesehatan ternak, pengelolaan limbah yang belum bernilai ekonomi, hingga lemahnya posisi tawar peternak akibat masih bergantung pada tengkulak. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan materi pendampingan berikutnya.
Pada aspek kesehatan ternak, pemeriksaan klinis oleh drh. Aulia menunjukkan bahwa secara umum kondisi domba berada dalam keadaan sehat. Namun demikian, tim dokter hewan menemukan beberapa ternak dengan Body Condition Score (BCS) yang masih berada di bawah kondisi ideal sehingga diperlukan perbaikan manajemen pakan dan pemenuhan nutrisi. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi acuan dalam penyusunan materi kesehatan ternak pada pertemuan berikutnya.
Program PKM ini dirancang berlangsung selama enam kali pertemuan dengan materi yang disusun secara bertahap, meliputi Good Sheep Farming Practices, manajemen pakan dan reproduksi, kesehatan ternak dan penanganan perilaku wool eating, pengolahan limbah peternakan, pemasaran digital, hingga monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Target akhirnya adalah terbentuknya kelompok peternak yang mandiri, produktif, adaptif terhadap teknologi, serta mampu meningkatkan daya saing usaha peternakan domba secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok Ternak Salaras, Sugiri, menyambut baik kegiatan Tim PKM Polbangtan Bogor. Dirinya merasa senang karena anggotanya berkesempatan mendapatkan pendampingan selama 6 bulan ke depan. “Kami berharap, kehadiran Polbangtan Bogor di kelompok kami memberikan manfaat yang baik untuk meningkatkan usaha ternak sekaligus bertambahnya pengetahuan anggota kami sehingga nantinya menjadi bekal dalam memajukan usaha ternaknya,” pungkasnya.
Selain meningkatkan kapasitas teknis peternak, kegiatan ini juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Polbangtan Bogor berharap Kelompok Tani Salaras dapat berkembang menjadi kelompok binaan percontohan yang mampu menjadi pusat pembelajaran peternakan domba modern di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sekaligus mendukung pengembangan kawasan Ekowisata Sukagalih berbasis pertanian, peternakan, dan konservasi lingkungan.(arif prast)