JAKARTA – WARTA BOGOR – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan sebagai penjamin penyerapan hasil produksi petani di seluruh Indonesia.
Menurut Amran, program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pertanian nasional yang menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Itu MBG jangan lihat berdiri sendiri. Ini kata kunci ya. MBG itu menjadi offtaker 165 juta petani. Saya ulangi, MBG berdiri itu menjadi offtaker petani 165 juta petani Indonesia,” kata Amran usai berdiskusi dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, keberadaan MBG memberi kepastian pasar bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap dengan baik tanpa kekhawatiran kelebihan pasokan yang dapat menurunkan harga di tingkat produsen.
Selain mendukung penyerapan hasil pertanian, program ini juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa melalui rantai produksi, distribusi, dan konsumsi yang lebih terintegrasi.
Amran menyebut meningkatnya permintaan pangan dari program MBG turut memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, manfaat program tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga masyarakat luas, terutama anak-anak dan ibu hamil sebagai penerima manfaat.
“Itu akan (membuat) anak-anak kita cerdas nanti ke depan, dia penuh dengan gizi. Kemudian berikutnya ekonomi berputar di desa. Pasar ini hidup dan langsung yang merasakan rakyat,” ujarnya.
Program MBG sendiri menyasar pelajar hingga ibu hamil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Amran juga menegaskan bahwa program tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun pemilu mendatang.
“Anak SD, anak dalam kandungan, yang kita beri (MBG). Pemilu 2029 enggak ada hubungannya. Benar enggak? Enggak bisa memilih kan di 2029? Artinya, ingin betul-betul untuk rakyat Indonesia mempersiapkan generasi muda yang lebih tangguh, lebih cerdas,” kata Mentan.
Sumber: antaranews