Prabowo soal Pendidikan Indonesia Tertinggal: Singapura Hanya Urus Satu Kota, Indonesia Punya 388 Ribu Sekolah

JAKARTA – WARTA BOGOR – Presiden RI Prabowo Subianto menilai perbandingan kualitas pendidikan Indonesia dengan Singapura perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing negara.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia jauh lebih kompleks karena memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, serta ratusan ribu sekolah yang tersebar hingga daerah terpencil.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan di hadapan sekitar 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan capaian pendidikan Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara, termasuk Singapura.

“Kita termasuk tidak terlalu bagus. Jadi, skor PISA membaca, skor kita tadi kalau Anda lihat di situ, hanya sedikit di atas Filipina. Kita masih di bawah Thailand, di bawah Malaysia, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura. Kalau Singapura saya enggak usah terlalu khawatir kok, hanya negara 5 juta kok, satu kota,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat beban pengelolaan pendidikan di Indonesia tidak dapat disamakan dengan Singapura. Prabowo menyebut Indonesia memiliki sekitar 388 ribu sekolah yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk pulau-pulau terluar dan daerah pegunungan.

Ia menilai Menteri Pendidikan Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan layanan pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah.

“Bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia. Jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara harus mengecek sekolah-sekolah di Miangas, di pulau-pulau terpencil,” katanya.

Prabowo kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan Singapura yang memiliki wilayah relatif kecil sehingga seluruh sekolah dapat dijangkau dengan lebih mudah.

“Singapura berhasil, tetapi dia mengelola satu kota. Menteri Pendidikannya mungkin dalam dua jam bisa berkeliling hampir seluruh sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo tidak menjadikan kesulitan yang dihadapi Indonesia menjadi alasan ketertinggalan.

“Jadi, kalau saya, Singapura oke dia berhasil di satu kota. Menteri Pendidikan tinggal keliling seluruh Singapura mungkin 2 jam dia bisa cek hampir semua sekolah di situ, terjangkau dari kantor dia. No, it’s real, it’s reality, it’s reality. Dia berhasil, tetapi kesulitan kita sangat besar,” kata Prabowo.

“Ini tidak boleh alasan bahwa kita menilai bahwa kita tidak perlu kejar ketertinggalan. Ini saya sampaikan, ini yang saya katakan realita,” tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: kompas