Patut Ditiru, Mahasiswi Polbangtan Bogor Pasarkan Sapi Lewat Medsos

SUKABUMI-WARTABOGOR.id –Maretha Febylla yang akrab dipanggil Feby adalah salah seorang mahasiswa tingkat satu Polbangtan Bogor yang memanfaatkan kegiatan pendampingannya dalam rangka Learning From Home (LFH) dengan memasarkan sapi kurban secara online.

Jika selama ini peternak sapi di Desa Buniwangi Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi terbiasa menjual langsung sapi kurban, tapi  mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor ini membuat terobosan.

Dengan memanfaatkan Facebook, Instagram dan WA bersama-sama pengurus kelompoktani Sejahtera Desa Buniwangi Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi ia mencoba untuk memasarkan sapi kurban.

Foto dan video sapi-sapi yang akan dijual, dirinya masukkan ke Facebook dan Instagram secara mendetail satu persatu dengan identitasnya berikut nomor HP yang bisa dihubungi oleh  konsumen.

“Bila konsumen tertarik dan akan melanjutkan proses pembelian dengan mengirim foto surat keterangan kesehatan hewan, proses tawar menawar, kesepakatan harga, alamat jelas pembeli dan waktu pengiriman.  Jika telah dicapai kesepakatan harga dan terjadi transaksi pembelian, pembayarannya dilakukan melalui transfer,” beber Feby.

Terobosan ini dirinya buat sebab di tengah wabah ini,  konsumen tidak harus datang langsung ke kandang untuk membeli sapi kurban tersebut. Hingga sekarang Feby sudah berhasil menjual 11 ekor sapi untuk kurban ke daerah Palabuhanratu, Warungkondang Cianjur bahkan pada konsumen yang ada di Bandung.  

Tak hanya menjual sapi kurban, ia pun menerapkan ilmu yang dia dapat di Polbangtan dengan memanfaatkan limbah singkong yang melimpah di wilayahnya menjadi casappro yanh mampu meningkatkan bobot sapi. Inovasi dan demonstrasi cara pembuatan dan pemberian cassapro pada ternak sapi potong ia terapkan di Kelompoktani Sejahtera. 

“Setelah 10 hari pemberian cassapro tersebut ternyata bisa meingkatkan bobot badan harian sapi sekitar 0,5 Kg per ekor per hari pada sapi jenis Peranakan Ongle (PO)”, ungkapnya bangga. 

Upaya yang dilakukan oleh Feby, didukung oleh Koordinator BPP Sukabumi, Diat Sujatman. Dirinya menjelaskan bahwa mahasiswa Polbangtan tetap produktif ditengah LFH dengan mendampingi petani. Tentunya ada inovasi dari generasi milenial dibandingan petani yang telah senior. “Teknologi digital pun dipercaya mampu untuk membantu petani dalam peningkatan produksi maupun pemasaran,” jelas Diat.

Upaya ini juga menjadi bentuk regenerasi petani secara tidak langsung seperti yang diharapkan  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. 

“Saat ini telah lahir banyak petani milenial yang memiliki kreativitas  sangat tinggi, adaptif, dan inovatif. Untuk tetap memastikan ketersediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia di tengah pandemi Covid-1, sektor pertanian harus tetap produktif maka kita membutuhkan sumberdaya manusia (SDM) tangguh. 

Ungkapan yang sama pun disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa di saat krisis, yang menyelamatkan sebuah negara adalah pertanian. “Kita harus beradaptasi dengan tuntutan di era yang kita hadapi, Covid ini menjadi tanda perubahan paradigma. Itulah tantangan kita hari ini. Dan untuk menjawab tantangan itu diperlukan banyak petani milenial yang mampu untuk bertahan di tengah perubahan-perubahan yang terjadi,”tegas Mentan Syahrul.

Pewarta : Diat S & Lely

Sumber : BPP Sukabumi