JAKARTA – WARTA BOGOR – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan program CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram atau yang dikenal masyarakat sebagai gas melon.
Program ini bertujuan memaksimalkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah saat ini sedang mengembangkan tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram yang diberi nama Tabung Merah Putih.
Pada tahap awal, sekitar 15 unit tabung prototipe didatangkan dari China untuk menjalani serangkaian pengujian di Lemigas sebelum nantinya digunakan oleh masyarakat.
Pengujian tersebut mencakup aspek keamanan, mulai dari ketahanan material, kekuatan tabung terhadap tekanan tinggi, hingga sistem katup yang digunakan.
Berbeda dengan tabung LPG konvensional, CNG Merah Putih menggunakan teknologi tabung Tipe 4 berbahan komposit. Material ini diklaim lebih ringan sehingga lebih praktis digunakan oleh rumah tangga.
Pemerintah juga menargetkan harga jual CNG Merah Putih tetap setara dengan LPG 3 kilogram bersubsidi agar tidak menambah beban masyarakat saat program mulai diterapkan.
Selain memberikan alternatif bahan bakar, penggunaan CNG diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor karena pasokan gas berasal dari sumber daya dalam negeri.
Meski demikian, implementasi program tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Tahap awal akan difokuskan di sejumlah kota besar di Pulau Jawa yang telah memiliki infrastruktur jaringan gas sebagai penunjang distribusi.
Kementerian ESDM juga masih berkoordinasi dengan SKK Migas untuk memastikan ketersediaan pasokan gas sebelum program diperluas ke wilayah lain.
Meski diproyeksikan menjadi pengganti LPG 3 kilogram, CNG Merah Putih masih berada dalam tahap uji coba dan persiapan. Pemerintah masih perlu memastikan aspek keamanan, kesiapan distribusi, ketersediaan pasokan, serta adaptasi masyarakat terhadap penggunaan sistem baru tersebut.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, CNG Merah Putih diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi impor LPG sekaligus memperkuat pemanfaatan energi gas bumi nasional.
Sumber: Pojok Bogor