Pemkab Bogor Kaji Kereta Parung Panjang-Jasinga, 6 Stasiun Bakal Dibangun

BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menyiapkan rencana pengembangan transportasi berbasis rel di wilayah Bogor Barat. Salah satu rencana yang dikaji adalah pembangunan jalur kereta api Parung Panjang-Jasinga yang akan dilengkapi enam stasiun baru.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pengembangan jaringan kereta tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Bogor.

“Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antar-wilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga,” katanya di Cibinong, Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025, trase Parung Panjang-Jasinga dinilai lebih direkomendasikan untuk dikembangkan.

Dalam kajian awal, jalur Parung Panjang-Jasinga direncanakan memiliki panjang sekitar 27,26 kilometer. Jalur tersebut menggunakan konstruksi at grade atau berada di permukaan tanah dengan jenis rel heavy rail.

Rencana tersebut mencakup pembangunan enam stasiun baru yang nantinya terhubung dengan satu stasiun eksisting di Parung Panjang.

Kereta yang beroperasi di jalur tersebut diproyeksikan memiliki waktu tempuh sekitar 24 menit. Jalur ini juga akan dilengkapi enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan.

Sementara itu, biaya operasional kereta berdasarkan kajian awal diperkirakan berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per penumpang.

Ajat menjelaskan, pengembangan transportasi di wilayah Bogor Barat tidak hanya bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas. Kehadiran transportasi massal juga diharapkan dapat membuka akses masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Prinsipnya, kita ingin transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.

Alternatif Trase Tenjo-Jasinga

Selain rencana jalur Parung Panjang-Jasinga, dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel milik Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor juga mencantumkan alternatif trase Tenjo-Jasinga.

Trase Tenjo-Jasinga dirancang sepanjang 18,6 kilometer dengan tiga titik stasiun. Jalur tersebut akan melintasi wilayah Kecamatan Tenjo hingga Jasinga.

Sementara itu, alternatif Parung Panjang-Jasinga dalam dokumen tersebut memiliki panjang sekitar 26,5 kilometer dan dirancang melintasi Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, serta Tenjo dengan enam titik stasiun.

Pengembangan jaringan kereta tersebut diarahkan untuk melayani mobilitas masyarakat, khususnya komuter. Jalur ini juga diproyeksikan menjadi pengumpan atau feeder menuju jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek melalui Stasiun Parung Panjang.

Menurut Ajat, rencana tersebut juga sejalan dengan pengembangan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan kawasan serta kawasan yang menerapkan konsep pembangunan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD).

Sementara itu, wilayah Tenjo diarahkan untuk mendukung pengembangan stasiun barang sekaligus memperkuat konektivitas jaringan transportasi antarkota dan perkotaan.

Meski demikian, Ajat menegaskan bahwa rencana pembangunan jalur kereta tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Sejumlah aspek yang perlu dikaji antara lain trase, kapasitas angkutan, keselamatan, kesesuaian tata ruang, kebutuhan lahan, dampak lingkungan, integrasi antarmoda transportasi, hingga kelayakan investasi.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: CNN Indonesia