BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah kota (Pemkot) Bogor direncanakan akan mengubah Cifor menjadi kawasan wisata baru di Kota Bogor. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor akibat berpindahnya Ibu Kota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menjelaskan berpindahnya ibu kota akan turut memindahkan aktivitas pemerintah pusat yang tadinya banyak dilakukan di hotel atau restoran di Kota Bogor ke IKN. Padahal menurutnya, aktivitas perdagangan dan jasa di hotel, restoran, cafe merupakan salah satu faktor utama penghasil PAD Kota Bogor.
Menyikapi hal itu, Dedie melihat perlu adanya solusi berupa langkah strategis dan ide kreatif melalui kolaborasi dan sinergi dari potensi-potensi yang dimiliki supaya dapat mendorong kembali pendapatan bagi Kota Bogor.
“Salah satu sinergi dari lintas instansi, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi ialah pemanfaatan potensi hutan penelitian di Cifor menjadi kawasan pariwisata Kebun Raya 2. Hal ini bisa menjadi potensi pendapatan baru dari sisi kepariwisataan yang akan menggantikan sektor kegiatan pemerintahan menjadi kegiatan kepariwisataan,” sebut Dedie, Kamis (21/03/2024).
Rencana ini akan menjadi salah satu proyek yang terdapat pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Bogor tahun 2025.
“Nanti akan ada pembangunan koridor-koridor baru antara Bubulak, Cifor, Situgede, Cangkuwarok, hingga IPB University. Ini juga menjadi upaya kami agar keberadaan IPB jangan seperti orang lain melainkan bagian Kota Bogor,” lanjut Dedie.
Usulan penetaan Cifor ini diharapkannya bisa membuat konsentrasi pembangunan Kota Bogor yang tidak hanya berfokus di Kecamatan Bogor Tengah namun juga menjangkau wilayah Barat.
Sumber: Radar Bogor