BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kota Bogor berencana melakukan pemekaran wilayah di dua kecamatan, yakni Tanah Sareal dan Bogor Barat. Rencana ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.
Menurut Dedie, kedua kecamatan tersebut memiliki potensi untuk masing-masing dimekarkan menjadi dua wilayah administratif baru.
“Kan seperti Tanah Sereal kemungkinan nanti akan kita split menjadi dua kecamatan atau Bogor Barat menjadi dua kecamatan. Nanti kita lihatlah ya,” kata Dedie Rachim, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan rencana tersebut akan direalisasikan karena masih dalam tahap pembahasan dan kajian teknis.
“Demikian tentu kita masih perlu mendetailkan proses dan teknisnya di lapangan, tapi masih dalam proses. Jadi kita tunggu ajalah kalau itu,” ujarnya.
Rencana pemekaran ini didasarkan pada potensi wilayah yang dinilai cukup besar, serta kondisi geografis yang luas dan tersebar.
Tanah Sareal saat ini memiliki 11 kelurahan, sementara Bogor Barat memiliki 16 kelurahan yang sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor.
“Iya dong (memiliki potensi),” tandas Dedie.
Wacana pemekaran kecamatan di Kota Bogor sebenarnya bukan hal baru. Isu serupa sempat mencuat pada tahun 2022, saat kepemimpinan Wali Kota Bogor sebelumnya, Bima Arya.
Kala itu, Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat yang masing-masing memiliki 16 kelurahan direncanakan untuk dimekarkan menjadi empat kecamatan, dengan komposisi masing-masing delapan kelurahan.
Pembahasan rencana tersebut bahkan telah dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat terkait, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Munculnya kembali rencana pemekaran ini juga memicu perhatian terhadap wilayah sekitar, khususnya Kabupaten Bogor bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Kota Bogor.
Sumber: TribunnewsBogor