Pertanian Tidak Berhenti, Kelompoktani Berkah Panen Raya 53 Ha

SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Mentan Syahrul Yasin Limpo telah memperkenalkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern di Indonesia melalui Kostratani, yaitu dengan memperkuat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui teknologi 4.0 untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Menghadapi wabah Covid-19 ini, SYL berpesan SDM pertanian untuk tetap bekerja di lahan pertanian dengan semangat, melaksanakan seruan pemerintah dengan jaga jarak (social distance),  menghindari kerumunan banyak orang, sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, rajin mengkonsumsi produk empon-empon (herbal) seperti wedang uwuh, jahe, kunir asem, beras kencur, dan lain-lain yang secara klinis dapat melawan covid-19.

Arahan Mentan  SYL dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19.

Advertisement

Penyuluh Kabupaten Sukabumi memang terkenal rajin dan semangat dalam mendampingi petani. Demikian juga dengan penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ciemas Kabupaten Sukabumi, salah satu binaan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Dibawah kepemimpinan Koordinator Penyuluh Aang Aso Suwarso, dirinya memotivasi rekan-rekannya sesama penyuluh untuk tetap bekerja meski dalam kondisi pandemi Covid-19. “Salah satu lokasi desa binaan kami, Kelompoktani Berkah Desa Ciwaru bulan ini panen raya di lahan seluas 53 Ha,” kata Aang.

Dengan pengairan irigasi teknis, lanjut Aang, petani menanam padi dengan aneka varietas. Varietas Ciherang ditanam di lahan seluas 20 Ha, dengan produktivitas 8,2 ton/Ha. Varietas Inpari 42 dilahan seluas 15 Ha, dengan produktivitas 9,16 ton/Ha. Sedangkan varietas IR 64 di lahan seluas 13 Ha, dengan produktivitas 7,6 ton/Ha.

Menurut Penyuluh wilayah Ciwaru, Agus Ali Mubarok bahwa petani sangat bersemangat dalam berusahatani padi di wilayahnya. “Dari  luasan lahan 58 Ha, kami hasilkan total produksi sebesar 389 ton,” ungkapnya.

Advertisement

“Harga jual padi di wilayah kami antara Rp 3.800,- sampai Rp 4.000,-  per kg Gabah Kering Panen (GKP),” jelas Agus penuh semangat.

Pewarta : Aang ES

Editor : Ar

Advertisement
Share

Recent Posts

Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Provinsi Ramah Wisata Muslim 2026

Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Provinsi Ramah Wisata Muslim IMTI 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Barat…

58 minutes ago

Laksa Pak Inin Cihideung Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda

BOGOR - WARTA BOGOR - Kuliner legendaris Laksa Pak Inin Cihideung mendapat pengakuan sebagai Warisan…

9 hours ago
Advertisement

Karhutla Indonesia Ancam ASEAN, ASMC Keluarkan Peringatan Tertinggi

WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu kekhawatiran terhadap meluasnya kabut…

11 hours ago

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

3 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

3 days ago

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

3 days ago