Polbangtan Bogor Dies Natalis ke-7: Prof. Herry Suhardiyanto Tekankan Peran Strategis Pendidikan Vokasi dalam Swasembada Pangan Berkelanjutan

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar perayaan Dies Natalis ke-7 pada Rabu, (25/6) dengan semangat memperkuat kontribusi dalam pembangunan sektor pertanian nasional. Puncak acara diisi dengan orasi ilmiah oleh Prof. Herry Suhardiyanto, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB University dan mantan Rektor IPB 2007–2017, yang menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pengembangan Polbangtan untuk Mendukung Agenda Nasional Swasembada Pangan Berkelanjutan”.

Dalam paparannya, Herry menyoroti ancaman krisis pangan global yang semakin nyata akibat perubahan iklim ekstrim, konflik geopolitik (seperti perang Rusia-Ukraina), serta disrupsi rantai pasok pasca pandemi. Data FAO 2023 menunjukkan 725 juta penduduk dunia mengalami kekurangan gizi, dengan 55% diantaranya berada di Asia. “Asia, termasuk Indonesia, harus memberi makan hampir 50% populasi global dengan hanya 20% lahan pertanian yang tersedia. Ini tantangan besar yang harus dijawab dengan inovasi,” tegasnya.

Herry juga memaparkan tren di dalam negeri, seperti stagnasi produktivitas pertanian, tingginya kehilangan pasca panen, serta semakin sempitnya lahan akibat alih fungsi. Produksi beras nasional 2023 tercatat 30,90 juta ton, sedikit turun dari tahun sebelumnya. Sementara produksi jagung turun 12,5% menjadi 14,46 juta ton.

Menghadapi kondisi tersebut, Herry menawarkan tiga strategi utama, yaitu: Strategi Teknologi – penerapan teknologi pertanian presisi, varietas unggul tahan iklim ekstrim, dan penguatan infrastruktur pasca panen, Strategi Kelembagaan – penguatan peran koperasi, gapoktan, serta sinergi pusat dan daerah, Strategi SDM – regenerasi petani melalui pendidikan vokasi seperti Polbangtan untuk mencetak petani milenial dan penyuluh profesional. “Polbangtan Bogor memiliki peran krusial dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, teknologi digital, dan jiwa kewirausahaan. Lulusan Polbangtan harus menjadi motor penggerak adopsi teknologi di lapangan, sekaligus agen perubahan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi. “Polbangtan adalah pabrik SDM pertanian modern yang akan menggerakkan roda pertanian kita menuju kemandirian pangan. Saya berharap Polbangtan terus melahirkan generasi muda pertanian yang inovatif, adaptif, dan berjiwa wirausaha,” kata Mentan Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan peran Polbangtan dalam agenda nasional. “Tantangan pangan ke depan semakin kompleks. Polbangtan harus menjadi pusat vokasi unggulan yang menghasilkan lulusan dengan kompetensi global, sekaligus dekat dengan kebutuhan masyarakat petani. Inilah kunci untuk menghadapi krisis pangan dan membangun sistem pangan nasional yang tangguh,” ungkapnya.

Selain orasi ilmiah, perayaan Dies Natalis ke-7 Polbangtan Bogor juga diisi dengan pameran inovasi mahasiswa, seminar nasional, dan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan petani binaan. Acara ini menegaskan posisi Polbangtan Bogor sebagai garda terdepan pendidikan vokasi pertanian, yang terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional. (wsd)