Polbangtan Bogor Perkuat Evaluasi LTT Terintegrasi di Jambi
JAMBI-WARTA BOGOR – Dalam upaya mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menghadiri kegiatan Coffee Morning Evaluasi TB I Januari Luas Tambah Tanam (LTT) Terintegrasi Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi pada Rabu (21/1) pagi.
Direktur Polbangtan Bogor hadir didampingi oleh Wakil Direktur II serta Ketua Tim Kerja Humas dan Sistem Informasi. Kehadiran delegasi ini menegaskan peran strategis Polbangtan Bogor sebagai penanggung jawab Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa evaluasi rutin merupakan instrumen penting untuk memastikan program percepatan tanam berjalan sesuai target. “Swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui kerja nyata di lapangan, data yang akurat, serta kolaborasi semua pihak. Evaluasi Luas Tambah Tanam harus terus dilakukan agar setiap hambatan bisa segera diatasi,” tegas Mentan Amran.
Kegiatan Coffee Morning yang dipimpin oleh Penanggung Jawab Satgas Swasembada Pangan Provinsi Jambi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program LTT Padi Terintegrasi yang meliputi LTT Reguler, Optimasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah, Padi Gogo, serta Brigade Pangan.
Forum ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, antara lain Danrem 042 Garuda Putih, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi, Kepala BBWS VI, serta jajaran pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian wilayah Jambi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan SDM pertanian dalam mendukung keberhasilan program LTT. “Percepatan tanam membutuhkan SDM yang adaptif dan responsif. Polbangtan, penyuluh, dan Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak di lapangan agar pendampingan kepada petani berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Idha.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan bahwa kehadiran Polbangtan Bogor dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam mendukung agenda strategis nasional. “Sebagai penanggung jawab Satgas Swasembada Pangan di Kabupaten Muaro Jambi dan Tebo, Polbangtan Bogor berkomitmen untuk terus mengawal percepatan Luas Tambah Tanam melalui pendampingan intensif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi peran mahasiswa dan dosen di lapangan,” ungkap Yoyon.
Dalam sesi pemaparan, masing-masing Penanggung Jawab Satgas tingkat kabupaten menyampaikan capaian serta kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Diskusi difokuskan pada sinkronisasi data dan percepatan tanam guna mengejar target masa tanam Januari.
Kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai krusial untuk memastikan seluruh bantuan pertanian tersalurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
Melalui evaluasi rutin dengan format Coffee Morning, diharapkan setiap hambatan di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan secara kolektif, sehingga target Luas Tambah Tanam di Provinsi Jambi dapat tercapai tepat waktu sebagai bagian dari upaya mewujudkan Swasembada Pangan Nasional. (wsd)
KARAWANG-WARTA BOGOR - Menjelang momentum bersejarah di sektor pertanian nasional, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan)…
KARAWANG-WARTA BOGOR - Sejarah baru tercipta di tanah Karawang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menilai masih banyak…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan serius terkait…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pembangunan gedung khusus bagi Majelis…
BOGOR-WARTA BOGOR – Mengatasi kesulitan sebagian siswa dalam mendapatkan tempat di Sekolah Negeri akibat aturan…