BOGOR-WARTA BOGOR – Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP Kepala Pusat Pendidikan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian meresmikan pabrik pakan ternak Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor di Kampus Cinagara, Kabupaten Bogor.
Kapusdik Idha memastikan, bahwa pabrik pakan ternak yang dioperasikan dapat menunjang kompetensi, sarana pembelajaran mahasiswa Jurusan Peternakan selama menempuh pendidikan vokasi di kampus Polbangtan Bogor.
“Upaya pelatihan akan dilakukan dan prakteknya bisa di Polbangtan Bogor dengan fasilitas praktek ini, ” ujarnya.
Fasilitas pabrik pakan ini sepenuhnya didukung oleh porgram Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS).
Seperti diketahui, YESS Program di Jawa Barat yang dikomandani Polbangtan Bogor berada pada 5 lokasi binaan yakni Bogor, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi dan Subang. Sehingga keberadaan pabrik pakan ternak ini sebagai sarana praktek pembelajaran sangat berguna dan pakan merupakan salah satu tantangan yang di hadapi oleh sektor peternakan.
“Kami berharap penerima manfaat, petani millenial yang bekerja di sektor peternakan bisa mandiri pakannya dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitarnya” tuturnya.
Peralatan pabrik pakan ternak terdiri dari rotary drying machine, mixer horizontal, pengepres minyak maggot, mesin pelet vertikal, wafer livestock printing, mixer, disk mill, vibrator screener, molen mini, mesin cooler, mesin Chopper.
“Pabrik pakan ternak ini berkapasitas 500 kg per hari dan akan terus dikembangkan” ujar Dr. Syaifuddin Direktur Polbangtan Bogor, yang menghadiri acara peresmian pabrik pakan ternak tersebut.
Model teaching factory berupa pabrik pakan ternak inilah yang diharapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hadir di UPT Pendidikan Pertanian seperti Polbangtan dan SMKPP yang menitikberatkan pada praktik pembelajaran.
“Lembaga Pendidikan Pertanian berfungsi sebagai wadah untuk mencetak tenaga SDM Pertanian yang handal, professional, maju, mandiri dan modern karena pengelolaan pertanian saat ini harus dilakukan dengan melibatkan teknologi Pertanian harus bergerak secara maju, mandiri dan modern, ” sebutnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi. Menurutnya, pendidikan vokasi pertanian memiliki tujuan untuk menghasilkan alumni yang berkualitas, qualified job creator atau bisnis entrepreneurship yang tinggi.
“Pembelajaran melalui TEFA diharapkan dapat menumbuh-kembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, dan kepemimpinan) yang dibutuhkan DU/DI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) serta meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dari sekedar membekali kompetensi (competency based training) menuju ke pembelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang/jasa (production based training), ” Jelasnya.
Pewarta: Iskandar
Editor: Fetina