Polbangtan Kementan Kembali Gunakan Maggot Sebagai Bahan Pakan Ayam Ternak

BOGOR-WARTABOGOR.id– Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali melakukan inovasi. Kampus Kedinasan dibawah Kementerian Pertanian ini menggunakan Maggot BSF sebagai pakan ternak alternatif pada ayam.

Maggot atau belatung merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia Illucens, Stratimydae, Diptera) atau BSF. Meskipun keluarga lalat, namun ukuran BSF yang dikenal sebagai lalat tentara ini, lebih panjang dan besar namun BSF tidak menularkan bakteri, penyakit, bahkan kuman kepada manusia.

Ada banyak manfaat dalam budidaya lalat tentara hitam (Hermetia illucens) atau Black Soldier Fly (BSF), antara lain mampu mengkonversi biomassa berbagai material limbah organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia segar, dan limbah sayuran pasar.

Manfaat berikutnya adalah dapat mereduksi bau potensial atau mereduksi polusi; karena maggot dapat mereduksi 50-60% limbah sehingga dapat mereduksi polusi, bakteri patogen, bau, populasi lalat rumah. Manfaat lainnya adalah dapat mengontrol populasi lalat rumah dengan mengurangi kesempatan lalat rumah untuk oviposisi. Maggot juga bisa menjadi sumber nutrien karena memiliki kandungan nutrien yang tinggi (protein, asam amino, lemak, mineral) sebagai pakan ternak. (seperti yang dikutip dari agropustaka.id).

Kegiatan ini diapresiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, pendidikan vokasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencetak Petani Milenial yang unggul dan berwawasan luas. Menurutnya, melalui pendidikan vokasi, Kementan berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian khususnya generasi milenial.

“Pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepreneur. Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru,” jelasnya

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan “Pendidikan vokasi dilakukan oleh Kementan untuk menghasilkan qualifies job seeker dan job creator”, tegas Dedi.

Jumat (25/6) TEFA (Teaching Factory) Polbangtan Bogor mendapat kunjungan dari KWT Suka Tani, Desa Ciaruteun Udik, Kec. Cibungbulang, Kab. Bogor.  Pada pertemuan ini KWT diberikan penyuluhan tentang pembuatan pakan ayam dengan menggunakan maggot sebagai protein hewannya.

Kegiatan yang dihadiri oleh anggota KWT sebanyak 10 orang ini dibuka oleh Dr. Dayat, SP., M.Si selaku penanggung jawab kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Polbangtan Bogor. “Bertani sekarang ini harus dapat berorientasi pada bisnis, sebagai usaha pertanian yang menguntungkan. Diperlukan perencanaan yang baik dengan konsep bisnis”, ujarnya.

Menurut Dayat, pertanian bukan hanya melaksanakan budidaya, namun lebih diutamakan penanganan pascapanen dengan baik. “Seperti pengolahan hasil dan pengemasan yang baik untuk meningkatkan nilai jual, maka perlu diperlukan inovasi teknologi yang sesuai dan terus berkembang”, imbuhnya.

Juju Julaeha, selaku fasilitator menyampaikan bahwa maggot sebagai pakan ternak ayam memiliki prospek usaha yang menjanjikan. “Menurut harga di pasaran, harga maggot yang masih hidup bekisar 120.000 rupiah per kg. dan jika sudah dikeringkan bisa dijual seharga 5.000 rupiah per kg”, ujarnya.

Juju juga memberikan bahan-bahan yang bisa dicampurkan dengan maggot agar bisa dikonsumsi oleh ayam ternak. “Beberapa bahan yang digunakan antara lain dedak yang sudah difermentasi dengan MOL lebih kurang 14 hari kemudian ditambah jagung pakan yang sudah di cacah dan untuk perbandingannya Dedak (50%) + Jagung (30%) + Maggot kering (20%)”, paparnya.

Pewarta: Ardianinda Wisda
Sumber: Annisah