JAWA BARAT-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat program regenerasi petani muda melalui Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). Di Jawa Barat, keberlanjutan program ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian District Multi-Stakeholder Forum (DMSF) yang digelar di 5 Kabupaten Binaan PPI Jawa Barat, yaitu Subang, Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Cianjur selama bulan Juni 2025.
Forum ini dihadiri oleh pemerintah daerah, akademisi, off-taker, lembaga keuangan, penyuluh, hingga petani muda alumni Program YESS. Tujuannya jelas: memastikan keberlanjutan program dan memperkuat ekosistem agribisnis di tingkat kabupaten.

Di Jawa Barat, capaian Program YESS sangat signifikan, diantaranya: Kabupaten Subang memperoleh 67.728 penerima manfaat, 8 klaster komoditas (nanas, jamur, sapi, padi), 2 koperasi alumni YESS, serta terbentuknya Subang Youth Preneur sebagai wadah bagi petani muda; Kabupaten Bogor meraup sebanyak 6.098 penerima manfaat, 10 klaster, 3 koperasi, akses permodalan mencapai Rp2,7 miliar, serta pengembangan dapur pemenuhan gizi (MBG) yang terintegrasi dengan hasil pertanian local; sedangkan kabupaten Cianjur mendapat 19.550 penerima manfaat, lebih dari 30.000 peserta pelatihan berbagai level, dan penguatan jejaring melalui 17 Business Development Service Provider (BDSP).
Bupati Subang dalam arahannya menegaskan pentingnya regenerasi petani sebagai bagian dari upaya menjaga Subang sebagai lumbung padi nasional. Dengan lebih dari 63.000 pengangguran di daerahnya, pertanian dan UMKM dinilai bisa menjadi solusi strategis penyerapan tenaga kerja.
Sementara di Kabupaten Bogor, pemerintah daerah telah memasukkan dukungan terhadap petani muda ke dalam program APBD sebesar Rp6 triliun untuk memperkuat rantai pasok pertanian yang menguasai hampir 70% kebutuhan pangan di wilayah tersebut.
Di Cianjur, Pemda melalui Asisten Daerah bidang Ekonomi menekankan pentingnya mengintegrasikan keberlanjutan Program YESS ke dalam RPJMD 5 tahun mendatang dengan prioritas pada kebutuhan pangan lokal.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa Program YESS telah menjadi pilar utama dalam strategi regenerasi petani. “DMSF adalah langkah strategis yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan Program YESS. Kita ingin mencetak wirausaha muda pertanian yang tak hanya cerdas, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan pasar. Generasi muda harus menjadi penggerak utama transformasi pertanian menuju Indonesia Emas 2045.”
Senada, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberlanjutan program harus menjadi prioritas bersama. “Program YESS telah membuktikan bahwa dengan pendekatan inklusif dan dukungan multipihak, kita bisa mencetak petani muda berdaya saing. DMSF menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, memastikan alumni YESS terus berkembang, dan membangun ekosistem agribisnis modern di tingkat daerah.”
DMSF di 5 kabupaten menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, yaitu Integrasi Program YESS ke dalam RPJMD Kabupaten agar keberlanjutan program terjamin melalui kebijakan daerah, Penguatan koperasi dan kelembagaan petani muda untuk memperluas akses pasar dan pendanaan, Pemanfaatan alumni YESS sebagai penyuluh swadaya untuk mendukung program penyuluhan di lapangan, Kerja sama dengan off-taker dan lembaga keuangan (Bank Mandiri, Bank BJB, Pegadaian) untuk memperkuat akses modal dan pemasaran hasil pertanian.
dan Subang Youthpreneur Summit sebagai wadah inkubasi bisnis petani muda dan alumni YESS.
Program YESS diharapkan tidak hanya mencetak petani muda yang produktif tetapi juga menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dari hulu ke hilir. Mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran yang terintegrasi dengan teknologi modern seperti digital marketing dan smart farming berbasis IoT.
Dengan keberhasilan model ini di 5 kabupaten binaan, diharapkan Program YESS dapat direplikasi ke kabupaten lain di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya nasional mempercepat regenerasi petani. (wsd)