Polda Jabar Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi ke Singapura, 12 Tersangka Diamankan

JAWA BARAT – WARTA BOGOR – Polda Jawa Barat (Jabar) membongkar sindikat perdagangan bayi ke Singapura. Dilaporkan enam balita berusia sekitar dua sampai tiga bulan berhasil diselamatkan dari jaringan perdagangan orang ini.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya mengamankan 12 orang tersangka dalam kasus dugaan TPPO ini.

“Jumlah tersangkanya cukup banyak yaitu 12 tersangka. Dan kita pada malam hari ini juga telah mendapatkan informasi dari Ditreskrimum bahwa kita telah mengamankan 6 korban balita,” kata Hendra dalam keterangan, Senin (14/7/2025).

Hendra menyebut para pelaku yang diamankan memiliki masing-masing peran. Semuanya saat ini tengah menjalani pemeriksaan, untuk pengembangan lebih lanjut.

Hendra menjelaskan para tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda. Ada berperan sebagai perekrut awal, perawat bayi, hingga penampung bayi sebelum disalurkan.

“Bahkan sampai sebelum lahir, yaitu dari kandungan kemudian ada penampungnya, dan juga ada pembuat surat-suratnya, dan juga pengirim, yang rencananya pengiriman ini dikirimkan ke Singapura,” sebut Hendra.

“Dan kita juga tidak hanya menangkap dari tersangka-tersangka ini, saja tetapi juga barang bukti ya berupa surat-surat, identitas, bahkan paspor serta kepemilikan identitas dari si korban ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan mengatakan bayi-bayi tersebut rencananya akan dikirimkan ke Singapura.

“Jadi dari per-tersangka ini kita berhasil mengamankan bayi 5 orang di Pontianak yang rencananya akan dikirimkan ke Singapura dan sudah dilengkapi dengan dokumen-dokumen. Dan 1 orang bayi juga kita amankan dari Tangerang beberapa hari lalu,” ujar Surawan.

“Saat ini kita masih pengembangan terkait dengan bayi-bayi yang ada di Singapura. Nanti kita akan bersama dengan Interpol untuk dikirim ke Singapura,” lanjutnya.

Surawan mengatakan kasus ini terungkap bermula pada salah seorang orang tua dari bayi yang melaporkan anaknya diculik oleh orang tak dikenal.

“Kebanyakan berasal dari daerah Jawa Barat. Karena kasus ini berawal dari laporan salah satu orang tua di mana ada penculikan anak, kemudian kita kembangkan dari keterangan tersangka yang ada di Jawa Barat,” jelasnya.

 

 

 

Sumber: cnnindonesia.com