Viral Kolam Air Merah di Gunungsindur, Warga Kaitkan dengan Cerita Lama

BOGOR – WARTA BOGOR – Air kolam di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, mendadak berubah menjadi merah pekat pada Minggu (20/9/2026). Perubahan warna tersebut kemudian viral di media sosial.

Hingga kini, penyebab air kolam berubah warna masih belum diketahui. Pemerintah Desa Cibadung menyebut sampel air telah diperiksa melalui uji laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengetahui kandungan yang menyebabkan perubahan warna tersebut.

Perubahan warna air itu juga berlangsung relatif singkat. Sekitar satu jam setelah berubah merah, kondisi air kembali seperti semula.

Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah warga terlihat berdatangan ke lokasi dan mengambil air berwarna merah tersebut menggunakan galon. Sebagian warga disebut meyakini air itu memiliki khasiat tertentu.

Mahdi (57), warga sekitar, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah melihat banyak warga berdatangan ke kolam.

“Pada ambil air pakai galon, pada ambil banyak, orang-orang pada turun, gak tahu mau ngapain ya, saya lihatin aja dari atas,” kata Mahdi, Senin (21/9/2026).

“Katanya sih buat mandi boleh,” imbuhnya.

Menurut Mahdi, kolam penampung air tersebut sudah ada sejak lama dan kerap digunakan warga untuk mandi. Lokasi kolam juga berada tidak jauh dari makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Di sekitar kolam terdapat sebuah bangunan kecil yang dilengkapi sejumlah sajadah. Bangunan tersebut disebut biasa digunakan oleh warga atau peziarah yang datang ke kawasan tersebut.

“Yang ziarah itu ke sini dulu (kolam), makam keramat di atas, ini mushola-nya,” ujarnya.

“Dulu banyak yang ziarah, sekarang gak terlalu, tapi masih ada, kadang-kadang malam juga,” lanjut Mahdi.

Dikaitkan dengan Cerita Batu Merah

Selain perubahan warna air, fenomena tersebut juga dikaitkan dengan cerita yang berkembang di tengah masyarakat mengenai keberadaan batu merah di kawasan tersebut.

Mahdi mengatakan, berdasarkan cerita yang beredar sejak lama, pernah ada seorang anak penggembala yang menemukan batu yang mengeluarkan cairan berwarna merah seperti darah. Batu tersebut kemudian disebut dilemparkan ke kolam.

“Dicarilah sama orang tua di situ, tapi gak dapat. Ceritanya begitu, itu cuma sekadar cerita, saya gak ngalamin,” kata Mahdi.

Meski demikian, Mahdi mengaku tidak mengetahui penyebab sebenarnya air kolam berubah menjadi merah.

Hal serupa disampaikan juru kunci makam keramat di sekitar kolam, Arpin (56). Ia menyebut kawasan tersebut memang dikenal masyarakat sebagai tempat keramat dan turut memiliki cerita mengenai batu merah delima.

“Itu cerita-cerita dulu, ada satu benda di situ, kayak batu merah delima. Wallahualam kita tidak tahu, namanya tempat karomah (keramat) kita kan tidak tahu,” ungkapnya.

Sementara itu, secara fisik kolam berada tepat di bawah lereng perbukitan. Saat dipantau pada Senin (21/9/2026), air kolam sudah tidak berwarna merah, tetapi berubah menjadi keruh keputih-putihan.

Penyebab perubahan warna air tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel yang telah diperiksa oleh DLH.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: TribunnewsBogor