Produk Perikanan Indonesia Dilarang Masuk China karena Virus Corona, KKP Angkat Bicara

JAKARTA-WARTABOGOR.id- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) angkat bicara soal isu larangan ekspor produk perikanan RI ke China.

KKP telah mendapat surat pemberitahuan dari General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) pada 18 September 2020.

Hal itu diketahui dari keterangan klarifikasi yang dikutip Kompas.com pada Minggu (20/9/2020).

Menindaklanjuti notifikasi tersebut, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Produk Perikanan (BKIPM) telah melakukan komunikasi dengan Atase Perdagangan RI di Beijing.

Berdasarkan surat GACC maka ekspor PT PI dihentikan sementara ke Tiongkok selama 7 hari terhitung sejak tanggal 18 September 2020.

Namun, KKP menegaskan bahwa larangan ekspor hanya berlaku pada satu perusahaan itu saja.

“Kami tekankan bahwa yang dilarang ekspor hanyalah PT PI, sedangkan yang lainnya tetap bisa melakukan kegiatan ekspor seperti biasa,” tulis keterangan dari Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP.

Sejumlah pedagang saat mulai melakukan aktifitas di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (22/2/2019). Pasar Ikan Modern Muara Baru yang dibangun diatas lahan seluas 9.856 meter persegi tersebut kini sudah mulai ditempati oleh para pedagang ikan.
Sejumlah pedagang saat mulai melakukan aktifitas di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (22/2/2019). Pasar Ikan Modern Muara Baru yang dibangun diatas lahan seluas 9.856 meter persegi tersebut kini sudah mulai ditempati oleh para pedagang ikan.

KKP juga melakukan penghentian sementara pelayanan Health Certificate (HC) dengan menerbitkan penangguhan sementara terhadap PT PI yang saat ini sedang dalam proses investigasi.

Sejak Tahun 2020, lanjut KKP, pihak GACC telah melakukan pengawasan dengan mengambil 500.000 sampel produk makanan termasuk produk perikanan yang masuk ke China.

Hasilnya, telah ditemukan 6 sampel yang terkontaminasi Covid-19.
Salah satu dari 6 sampel tersebut adalah ikan beku layur berasal dari Indonesia.

“Perlu ditekankan bahwa temuan tersebut terdapat pada kemasan terluar, bukan di dalam ikan. Otoritas Tiongkok hanya akan menangguhkan impor produk perikanan dari PT PI selama seminggu mulai 18 September 2020,” kata KKP kembali.

Sebagai informasi, China melarang perusahaan pengekspor makanan laut (seafood) asal Indonesia mengirim produknya ke China.

Sejumlah pedagang saat mulai melakukan aktifitas di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (22/2/2019). Pasar Ikan Modern Muara Baru yang dibangun diatas lahan seluas 9.856 meter persegi tersebut kini sudah mulai ditempati oleh para pedagang ikan.
Sejumlah pedagang saat mulai melakukan aktifitas di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (22/2/2019). Pasar Ikan Modern Muara Baru yang dibangun diatas lahan seluas 9.856 meter persegi tersebut kini sudah mulai ditempati oleh para pedagang ikan.

Melansir Straits Times, Jumat (18/9/2020), larangan ini diberlakukan setelah paket produk tersebut dikonfirmasi positif mengandung virus corona.

China pun akan menangguhkan impor produk-produk laut dari salah satu perusahaan, selama seminggu setelah penemuan partikel virus corona dalam paket atau kemasan produk ikan layur beku.

Temuan terkait partikel virus ini dilaporkan oleh petugas dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Perusahaan yang berbasis di Sumatera Utara ini tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait temuan pada produknya tersebut.

Perlu diketahui, pemberlakuan larangan ini bukan yang pertama kali terjadi.

Otoritas China telah melakukan investigasi pada produk-produk impor, termasuk daging, makanan laut, paket, hingga kontainer yang diyakini dapat menjadi sumber potensial Covid-19 sejak Juni lalu.(tribunnews.com)