BOGOR-WARTA BOGOR – Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP) Program D3 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menjalani asesmen lapangan sebagai bagian dari proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Asesmen dilaksanakan selama 3 hari, pada 21–23 November 2025 di Kampus Polbangtan Bogor.
Tim asesor BAN-PT terdiri dari Gatot Priyanto (Universitas Sriwijaya), selaku Asesor Kepala dan I Putu Sudiarta (Universitas Udayana), selaku Asesor Anggota. Mereka melakukan peninjauan menyeluruh terhadap dokumen akademik, sarana prasarana, kurikulum, serta wawancara dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra terkait.
Asesmen ini merupakan langkah penting untuk memastikan mutu Program Studi TMP sesuai standar nasional dan mampu menjawab kebutuhan tenaga mekanisasi pertanian yang kompeten di era modern.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan asesmen ini. “Pendidikan vokasi pertanian harus menjadi pilar utama dalam mencetak SDM unggul.
Asesmen BAN-PT ini merupakan bukti komitmen kita dalam memastikan mutu pembelajaran, khususnya dalam mekanisasi pertanian yang menjadi tulang punggung peningkatan produktivitas nasional,” ungkapnya.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya asesmen lapangan dalam penguatan tata kelola dan kualitas pendidikan vokasi. “Program Studi TMP memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga mekanisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui asesmen ini, kita memastikan bahwa standar pendidikan yang diterapkan benar-benar sesuai kebutuhan sektor pertanian saat ini dan masa depan,” ujarnya.
Direktur Polbangtan Bogor menyampaikan harapan besarnya terhadap asesmen BAN-PT ini sebagai langkah peningkatan kualitas program studi. “Kami berharap asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi Program Studi TMP untuk memperkuat mutu akademik, tata kelola, serta kapasitas lulusannya. Kami berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri mekanisasi pertanian dan perkembangan teknologi terbaru. Hasil asesmen ini tidak hanya menjadi penilaian, tetapi menjadi bahan perbaikan berkelanjutan demi menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan siap mengabdi untuk pembangunan pertanian,” ujarnya.
Polbangtan Bogor menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, layanan akademik, dan relevansi pembelajaran. Dengan dukungan Kementerian Pertanian dan BPPSDMP, Polbangtan Bogor berupaya menjadi pusat pendidikan vokasi pertanian yang unggul, adaptif, dan siap mencetak SDM pertanian masa depan yang profesional. (wsd)