Revitalisasi Trek Jogging Sempur Mundur dari Jadwal, Ini Alasannya

BOGOR – WARTA BOGOR – Penutupan trek jogging Lapangan Sempur yang semulanya direncanakan pekan lalu mundur dari jadwal. Lapangan Sempur hingga kini masih digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan untuk berolahraga.

Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti mengatakan pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut baru menandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) pada Selasa (29/8/2023).

“Iya (mundur), baru bisa mulai pekerjaan setelah SPK. Walaupun memang penandatanganan SPK maksimal 14 hari setelah penandatanganan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ). Hanya sedikit mundur dari jadwal semula tanggal 22 Agustus,” terangnya, dilansir dari Radar Bogor.

Devi menjelaskan, proyek revitalisasi trek jogging itu akan dimulai setelah tahap persiapan atau Pre Construction Meeting (PCM). Sebelum penutupan ia berjanji, pihaknya akan mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat.

“Akan ada pemberitahuan melalui surat dan lapangannya akan ditutup menggunakan banner. Insyaallah minggu ini. Kami menunggu ekspose rencana kegiatan dari pelaksana terlebih dahulu,” katanya.

Devi memberitahu bahwa proyek tersebut akan berlangsung selama 90 hari atau 3 bulan hingga November 2023 mendatang, dengan memakan anggaran mencapai Rp 2,4 miliar. Selama itu, masyarakat diminta mencari tempat olahraga lain.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyarankan masyarakat memilih tempat olahraga lain selama lapangan sempur diperbaiki. Ia menyarankan masyarakat berolahraga di kawasan Situ Gede, Suryakencana, Lapangan Kresna, Taman Manunggal, dan GOR Bogor Selatan dan Utara.