Seorang Anak Kecil di Bogor Viral Menangis Kelaparan Minta Makan Kepada Ibunya

BOGOR – WARTA BOGOR – Beredar sebuah video viral yang memperlihatkan seorang anak kecil yang kelaparan meminta makan kepada ibunya.

Video tersebut direkam di Kampung Panjang RT 03/06 Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Dalam video tersebut, anak malang itu justru dimarahi oleh ibu kandungnya. Diketahui nama anak yang menangis kelaparan itu bernama Gibran.

Gibran memakai baju berwarna kuning itu nampak histeris di depan rumah

Terdengar Gibran meminta makan kepada ibunya yang sedang berada di dalam rumah.

“Mau makan,” ucap Gibran sambil menagis.

“Mau makan, aku udah laper mah,” tambah Gibran.

Lalu, tangisan Gibran itu dibalas bentakan oleh sang ibu.

Sang ibu nampak kesal karena tidak memiliki uang untuk memberi makan sang anak

“Makan sendiri, kagak punya duit,” bentak sang ibu.

Mendengar bentakan sang ibu, Gibran kembali’ histeris.

Ia pun berteriak “mau makan” berkali-kali.

Namun, sang ibunda Gibran malah semakin marah lalu menyiram anaknya di depan tetangga.

Viralnya video Gibran kelaparan direkam oleh seorang petugas instalasi listrik. Petugas tersebut tidak berani menegur secara langsung kepada ibu Gibran.

Video Gibran menangis kelaparan dan meminta makan pun direspons oleh banyak pihak terutama pemerintah setempat.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani bersama Kepada Desa Rawapanjang, Mohammad Agus berserta aparat setempat mendatangi rumah Gibran pada Minggu (5/5/2024) siang.

Ketika camat dan jajarannya berkunjung, ibu Gibran sedang tidak ada dirumah.

Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui Gibran merupakan anak dari seorang buruh bangunan bernama Hamzah. Dia kerap bekerja di luar kota.

Selain Gibran, Hamzah memiliki dua anak lainnya masing-masing berusia 4 tahun dan 1,5 tahun.

Menurut keterangan ketua RT dan RW setempat, Gibran beserta adik-adiknya kerap dititipkan di tetangga.

Tetangga setempat juga sering memberi bantuan dan perhatian kepada keluarga Hamzah.

Setelah kejadian ini, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor sebagai tidak lanjut.

 

 

Sumber: Tribunnews