BOGOR-WARTA BOGOR — Pemerintah melalui Kementerian Sosial merilis pembaruan Sistem Desil tahun 2026, yang menjadi acuan utama dalam penentuan siapa saja yang berhak menerima bantuan sosial di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bogor. Sistem ini mengelompokkan masyarakat ke dalam sepuluh tingkatan kesejahteraan, mulai dari yang paling membutuhkan hingga yang paling mampu, sehingga penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran dan merata.
Desil 1 dikategorikan sebagai sangat miskin, dengan estimasi pendapatan atau pengeluaran per bulan di bawah atau sama dengan Rp484.000. Kelompok ini umumnya tinggal di rumah dengan lantai tanah, belum memiliki akses listrik yang memadai, sulit mendapatkan air bersih, dan belum memiliki kendaraan bermotor. Mereka menjadi prioritas utama penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, serta jaminan kesehatan gratis.
Berikutnya Desil 2 yang masuk kategori miskin, dengan rentang pendapatan antara Rp484.000 hingga Rp600.000 per bulan. Kondisi rumah umumnya sudah berlantai semen, memiliki listrik dengan daya 450 hingga 900 VA, dan sudah memiliki sepeda motor. Sama halnya dengan Desil 1, kelompok ini juga menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial.
Desil 3 termasuk kategori hampir miskin, dengan pendapatan berkisar Rp600.000 hingga Rp750.000 per bulan. Sebagian rumah sudah berlantai keramik, memiliki listrik daya 900 VA, serta sudah memiliki televisi dan sepeda motor. Kelompok ini tetap menjadi prioritas penerima bantuan pangan dan jaminan kesehatan.
Desil 4 masuk kategori rentan miskin, dengan pendapatan antara Rp750.000 hingga Rp1.100.000 per bulan. Kondisi rumah umumnya sudah layak huni, memiliki listrik daya 1.300 VA, dan sudah memiliki kendaraan pribadi. Kelompok ini berada di batas terakhir penerima bantuan, dan sebagian sudah mulai tidak masuk dalam daftar penerima bantuan reguler.
Desil 5 dikategorikan sebagai menengah bawah, dengan rentang pendapatan Rp1.100.000 hingga Rp1.800.000 per bulan. Secara umum sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar layak, memiliki tabungan cadangan, rumah layak huni dengan fasilitas lengkap, serta memiliki aset berharga. Kelompok ini sudah dianggap mandiri dan tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan sosial.
Desil 6 masuk kategori menengah, dengan pendapatan berkisar Rp1.800.000 hingga Rp2.800.000 per bulan. Biasanya memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan stabil, perabot rumah tangga lengkap, serta memiliki kendaraan pribadi yang memadai. Kemandirian ekonomi sudah terbangun dengan baik.
Desil 7 juga termasuk kategori menengah, dengan rentang pendapatan Rp2.800.000 hingga Rp4.000.000 per bulan. Umumnya sudah memiliki rumah milik sendiri, mengenyam pendidikan yang cukup tinggi, memiliki tabungan yang stabil, serta akses fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai.
Desil 8 masuk kategori menengah atas, dengan pendapatan antara Rp4.000.000 hingga Rp6.500.000 per bulan. Memiliki tempat tinggal yang nyaman dan baik, kendaraan bermotor lebih dari satu unit, pendidikan tinggi, serta tabungan dan aset yang cukup untuk kebutuhan masa depan.
Desil 9 dikategorikan sebagai mampu atau kaya, dengan rentang pendapatan Rp6.500.000 hingga Rp12.000.000 per bulan. Memiliki tempat tinggal yang luas dan lengkap, memiliki lebih dari satu kendaraan roda empat, serta memiliki aset berharga dan penghasilan yang memadai untuk kebutuhan jangka panjang.
Desil 10 merupakan kategori paling tinggi yaitu sangat kaya, dengan pendapatan di atas Rp12.000.000 per bulan. Kelompok ini termasuk dalam 10 persen populasi dengan kondisi ekonomi teratas, memiliki aset yang besar, penghasilan tinggi, serta fasilitas kehidupan yang sangat lengkap dan mapan.
Sistem Desil ini dikelola dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan menjadi dasar penentuan kebijakan bantuan sosial. Warga Kota Bogor yang ingin mengetahui kelompok desil dirinya dapat mengecek melalui kantor kelurahan atau dinas sosial setempat. Dengan adanya pembaruan ini, diharapkan bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan membantu warga yang benar-benar membutuhkannya.
Cek Desain di SOLID DINSOS – Kota Bogor https://share.google/TzSGEVT35TrSkS40k
Sumber: SOLID DINSOS Kota Bogor