BOGOR-WARTA BOGOR – Sebanyak tiga tim peneliti dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor berpartisipasi dalam Seminar Hasil Penelitian Strategis Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung pada Rabu-Jumat, 19–21 November 2025 bertempat di Aula Wisma Pertanian, Cipayung, Kabupaten Bogor.
Penelitian Strategis merupakan program BPPSDMP melalui Pusdiktan yang bertujuan mendukung sasaran dan program-program prioritas Kementerian Pertanian sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan di tingkat nasional maupun internasional.
Pada tahun 2025, terdapat 8 tim peneliti terpilih dari Polbangtan dan PEPI. Tiga di antaranya berasal dari Polbangtan Bogor, yaitu:
Tim Peneliti Pertama: Prof. Dr. Drs. Lukman Effendy, M.Si. Dr. Ir. Yoyon Haryanto, S.ST., MP Dr. Ir. Momon Rusmono, M.S. Dr. Arif Prastiyanto, S.P., M.P.; Tim Peneliti Kedua: Dr. Erniati, STP., M.Sc. Annisa Nur Ichniarsyah, M.Si. Intan Kusuma Wardani, M.Sc.; Tim Peneliti Ketiga: Dr. Nurhayati, S.P., M.Si. Dr. Reni Suryanti, S.Pt., M.Si. Dr. Arif Prastiyanto, S.P., M.P.; Ketiga tim memaparkan hasil penelitian di hadapan tim penguji yang diketuai oleh Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr.
Acara dibuka secara resmi oleh Kapusdiktan, Muhammad Amin. Dalam sambutannya, ia berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi stakeholder, terutama petani dan penyuluh yang dapat mengimplementasikan temuan penelitian tersebut.
Dedi Nursyamsi mengapresiasi capaian seluruh tim dan mendorong agar rekomendasi penguji segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas keluaran ilmiah.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para dosen Polbangtan dalam penelitian strategis ini. “Pertanian maju hanya dapat dibangun di atas fondasi riset yang kuat. Kementerian Pertanian mendorong penuh para dosen Polbangtan untuk menghasilkan inovasi dan publikasi yang benar-benar dapat diterapkan di lapangan. Saya berharap penelitian ini mampu menjawab tantangan riil, baik dari aspek produktivitas, efisiensi, maupun kesejahteraan petani,”** ujar Amran.
Ia menegaskan bahwa hasil riset harus memperkuat pengambilan kebijakan serta mendukung modernisasi pertanian berbasis teknologi.
Sementara itu, Kabadan BPPSDMP Idha Widi Arsanti: “Dosen Polbangtan Harus Jadi Motor Inovasi”
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penelitian strategis ini merupakan wujud penguatan kapasitas pendidik, sekaligus bagian dari mandat besar Polbangtan dalam menghasilkan inovator pertanian. “Dosen Polbangtan harus menjadi motor inovasi. Dengan penelitian yang terarah dan berkualitas, kita dapat menghasilkan solusi nyata untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Saya berharap hasil seminar ini tidak berhenti pada laporan, tetapi berlanjut hingga tingkat implementasi,” jelas Idha.
Ia juga menekankan pentingnya publikasi ilmiah sebagai indikator kualitas akademik dan daya saing institusi vokasi pertanian.
Keikutsertaan tiga tim peneliti ini menegaskan komitmen Polbangtan Bogor untuk terus memperkuat kapasitas dosen dalam riset dan publikasi ilmiah. Hasil penelitian strategis diharapkan dapat memberikan kontribusi konkret terhadap pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga rekomendasi kebijakan pertanian yang aplikatif.
Polbangtan Bogor bertekad untuk terus mendorong budaya riset yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian modern.