Tingkatkan Mutu Lulusan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder dari Hulu ke Hilir

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Visi Keilmuan dan Transformasi Kurikulum D3 Kesehatan Hewan Berbasis KKNI dan Permendikbud Ristek Nomor 53 Tahun 2025: Sinergi Akademik, Industri, dan Regulasi”, Senin (16/6/2025).

Kegiatan berlangsung secara hybrid, dengan pelaksanaan luring di Ruang Seminar 2, Kampus Cibalagung, serta daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

FGD ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu lulusan serta memperkuat visi keilmuan dan penyelarasan kurikulum Program Studi D3 Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor agar sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan regulasi terkini melalui Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2025. Fokus utama penyelarasan ini adalah menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta mendukung pembangunan sektor peternakan nasional.

Hadir dalam kegiatan ini berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Balai Pengujian Veteriner Subang, Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Dairy Pro Indonesia, dan Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI). Turut hadir pula alumni Prodi D3 Kesehatan Hewan yang telah berkiprah di berbagai institusi, seperti BPMSOH, klinik hewan (Modern-vet), dan lembaga konservasi (Taman Safari Indonesia).

Sebagai narasumber utama, turut memberikan pandangan perwakilan dari Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan selaku instansi pembina, serta dari UPT Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Masukan dan saran dari pengguna lulusan serta alumni menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kurikulum kedepan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pendidikan vokasi pertanian untuk mempercepat regenerasi petani dan tenaga profesional di sektor pertanian dan peternakan.

“Polbangtan adalah ujung tombak pembangunan SDM pertanian. Lulusan Polbangtan harus adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja. Maka kurikulum harus terus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa transformasi kurikulum harus diarahkan pada penguatan link and match dengan dunia industri dan dunia kerja. “Kami mendorong Polbangtan untuk terus menjalin kolaborasi dengan mitra strategis agar lulusannya tidak hanya siap kerja, tapi juga siap berinovasi dan berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Melalui FGD ini, Polbangtan Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menjalin sinergi antara akademisi, industri, dan regulator dalam mencetak tenaga kesehatan hewan yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. (wsd)