Bahas Peternakan Berorientasi Ekspor, Polbangtan Bogor Gelar Seminar Nasional

BOGOR-WARTABOGOR.id – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sukses menggelar Seminar Nasional “Menyiapkan Generasi Milenial Sebagai Pelaku Usaha Peternakan Berorintasi Ekspor” di Kampus Cinagara, Selasa (17/12). Hadir sebagai keynote speaker Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdikatan) Dr.Idha Widi Arsanti,SP., MP.

Tiga pembicara dihadirkan, baik dari pakar maupun praktisi peternakan seperti Ir. Imron (Kasubdit Standarisasi dan Mutu, Dit. Perbibitan Kementan) ,Joko Susilo S.Pt ( Sekjen ISPI), dan Sri Mulyono (Praktisi Peternakan).

Seminar yang dibuka oleh Wakil Direktur III Wida Pradiana, SP., M.Si kali ini dititikberatkan pada kondisi peternak sapi indonesia saat ini, peluang dan tantangan sebagai wirausahawan bidang peternakan, era digital mengharuskan peternak rakyat berinovasi, kunci berinovasi dengan pengembangan teknologi, pencapaian efisiensi dalam priduksi , kendala pengusaha jaman now ( dana/modal), dan pembiayaan secara digital di sektor pertanian dan peternakan.

Advertisement

Ketua Jurusan Peternakan Dr. Arif Nindyo Kusworo, S.Pt., M.Si menuturkan bahwa seminar ini bertujuan untuk membuka wawasan para mahasiswa sebagai pelaku usaha peternakan berorientasi ekspor.

Sementara itu, dalam presentasinya Kapusdiktan menuturkan bahwa peternakan erperan penting dalam pemenuhan kecukupan gizi masyarakat Indonesia sebagai investasi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. “Sektor ini juga memiliki kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional 2017 sebesar 1,57% serta PDB sektor pertanian tahun 2017 sebesar 15,87%,” jelasnya.

Co-Founder Coo LENDANA Sri Mulyono, salah seorang praktisi pembiayaan digital, mengungkapkan tentang  tantangan dan peluang pembiayaan secara digital di sektor pertanian dan peternakan. Menurut Mulyono, ada empat sasaran pembiyaan digital. Pertama akses pendanaan untuk masyarakat unbankable. Kedua, kemudahan pendanaan untuk menjangkau sektor/wilayah yang masih kurang tersentuh pembiayaan lembaga leuangan. Ketiga, meningkatkan produktifitas dan skala usaha UMKM. Keempat, mendorong terbentuknya “Cashless Society”.

Advertisement

Reporter : Rosari Armadiana

Editor : Ar

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Siapkan Penataan Delapan Simpang di Jalur Puncak, Ratusan Bangunan Terdampak

PUNCAK - WARTA BOGOR - Rencana penataan delapan persimpangan di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten…

1 day ago

Rumah Zakat berbagi sarapan gratis, dukung pejuang keluarga dan UMKM lokal

BOGOR-WARTA BOGOR – Rumah Zakat kembali menebar manfaat melalui program berbagi sarapan gratis yang ditujukan…

2 days ago
Advertisement

BGN Evaluasi Ribuan Dapur MBG, SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan…

2 days ago

Dua Aksi Demonstrasi Digelar di Jakarta Hari Ini, 3.099 Personel Disiagakan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dua aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat…

2 days ago

Lunasi Biaya Sekolah, Rumah Zakat Buka Akses Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu di Sukabumi

SUKABUMI-WARTA BOGOR– Akses pendidikan yang layak menjadi hak setiap anak, tidak terkecuali bagi mereka yang…

3 days ago

Baby Rio, Panda Pertama yang Lahir di Indonesia, Ukir Sejarah Kabupaten Bogor

CISARUA - WARTA BOGOR - Kabupaten Bogor mencatatkan sejarah baru dalam dunia konservasi satwa liar…

3 days ago