BOGOR-WARTABOGOR.id – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bekerjasama dengan Maastricht School Management (MSM) Belanda menggelar Webinar dengan topik bahasan Penilaian Kebutuhan Tenaga Kerja/ Labour Market Need Asessment (LMA) yang diselenggarakan secara online melalui platform zoom.
“Penilaian Kebutuhan Tenaga Kerja (LMA) ini merupakan bagian dari proyek Program Pengetahuan Oranye (OKP) Peningkatan Pelatihan Guru Pertanian di Indonesia,” ungkap Tri Ratna Saridewi, Wakil Direktur (Wadir) I Polbangtan Bogor.
Dewi menegaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan LMA ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait kebutuhan pasar tenaga kerja lokal dan menjajaki peluang ekonomi yang dapat dibangun dalam jangka waktu pendek, menengah sampai panjang dari para stakeholder. “Harapannya kedepan diperoleh hasil yang akan menjadi acuan bagi Polbangtan Bogor mempersiapkan kompetensi para alumninya,” ungkapnya.
Narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini adalah Olivia Ansenk yang berasal dari Q-Point B.V. Belanda yang merupakan Lembaga Konsultan Internasional dengan spesifikasi bidang bisnis Agrifood (dari produsen sampai pengecer) dengan moderator Wakil Direktur 1 Polbangtan Bogor yaitu Dr.Tri Ratna Sari Dewi, S.Pi., M.Si dengan translator Rara Dewayanti yang berasal dari proyek Link and Match SMK di Indonesia (LMSINDO).
Webinar LMA kali ini membahas hal-hal yang dibutuhkan dan dipersiapkan untuk melaksanakan LMA pada beberapa stackeholder dari sektor swasta maupun institusi pemerintah sebagai pengguna lulusan dari Polbangtan Bogor.
Dosen-dosen Polbangtan Bogor yang berasal dari seluruh program studi menjadi audiens dan kontributor dalam webinar berperan aktif dalam menanggapi, memberikan saran dan masukan dalam pembahasan instrumen LMA.
Mentan Syahrul Yasin Limpo mengharapkan generasi muda mampu terbiasa dengan sistem digital online dalam melakukan aktivitas kreator di bidang pangan pertanian. “Pendidikan vokasi harus menjadi jawaban di tengah pandemi Covid-19. Terutama bagi anak muda yang diharapkan selalu terbiasa dengan digital. Apalagi pendidikan adalah sebuah proses dan tantangan baru yang harus kita hadapi,” tutur Mentan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengaku bangga dengan alumni Polbangtan yang kini bisa berbicara banyak di dunia pertanian.
Sejak awal, kata Dedi, metode pembelajaran di Polbangtan memang selalu mengikuti alur majunya perkembangan jaman dengan basis utamanya teknologi. Pola seperti itu, lanjut Dedi, akan memudahkan anak muda dalam melakukan kegiatan bertani dengan digital.
“Yang terpenting mereka mampu menciptakan sikap profesional, mandiri, dan berjiwa entrepeneur. Sejauh ini, beberapa alumni Polbangtan sudah ada yang tergabung dalam strat up pertanian. Dan ini sangat luar biasa,” pungkasnya.
Pewarta : Sri H. & Arif P.
Sumber : Polbangtan Bogor
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sekitar 4 juta…
BOGOR-WARTA BOGOR – Senyum bahagia terlihat dari wajah para warga dhuafa di Kampung Nagrog RW…
CIBINONG - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto tengah menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Suasana di Stasiun Bekasi Timur mendadak mencekam pada Senin (27/4/2026)…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor berencana melakukan pemekaran wilayah di dua kecamatan,…