Berita

34 Klaster Keluarga Terdeteksi Covid-19 di Kota Bogor, Bima Arya : Saling Silaturahmi

BOGOR – WARTABOGOR.id – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut kondisi penularan covid-19 di daerahnya mengkhawatirkan, karena saat ini ada 34 klaster keluarga. Jumlah warga Bogor dari 34 klaster keluarga yang terkonfirmasi positif ada 139 orang.

“Sebanyak 34 keluarga itu berpotensi menularkan covid-19 di lingkungannya. Apalagi, dalam kultur masyarakat kita, antar tetangga saling bersilaturahmi dan mengunjungi, sehingga terjadi kontak erat,” kata Bima Arya di Bogor, Kamis.

Menurut Bima Arya, dari 34 keluarga yang menjadi klaster ada satu keluarga yang sangat besar yakni klaster Semplak di Kelurahan Kecamatan Bogor Barat.

Advertisement

“Jumlah yang terkonfirmasi positif sudah 35 orang,” kata walikota Bogor itu.

Berdasarkan data harian covid-19 di Dinas Kesehatan Kota Bogor, sampai Kamis jumlah kasus positif covid-19 seluruhnya adalah 457 kasus. Dari jumlah tersebut, 274 kasus positif berhasil sembuh, 26 kasus positif meninggal. Sebanyak 184 kasus positif lainnya masih dalam perawatan rumah sakit.

Bima Arya sangat mengkhawatirkan penularan covid-19 di lingkungan keluarga dan pemukiman di Kota Bogor, karena munculnya klaster covid-19 di lingkungan keluarga yang semakin dominan. Klaster keluarga ini mulai bermunculan, terutama dalam dua pekan terakhir.

Advertisement

Peningkatan penularan covid-19 dari klaster keluarga ini menunjukkan pergeseran tren dari penularan kasus impor yang berasal dari aktivitas warga Kota Bogor keluar kota menjadi kasus lokal, yakni penularan di lingkungan pemukiman dan keluarga.

Klaster keluarga menjadi bukti kesadaran warga semakin menurun setelah diberlakukannya pembatasan sosial Berskala Besar adaptasi Kebiasaan baru (PSBB AKB) mulai 4 Agustus, sehingga kecepatan penularan covid-19 meningkat.

Menurut Bima, untuk mengatasi penularan covid-19 di lingkungan keluarga harus dibangun kesadaran dan disiplin yang lebih tinggi kepada warga untuk menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat.

Advertisement

“Kampanye tiga langkah protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sudah tidak cukup. Warga harus diberikan edukasi soal disiplin dan pola hidup sehat,” katanya.

Untuk mencegah menjamurnya klaster keluarga di Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan warganya untuk mandi dan berganti pakaian bersih setelah beraktivitas di luar rumah, apalagi yang bekerja luar kota. Mereka harus membersihkan diri sebelum melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya.

“Kalau dalam sehari bisa sampai empat kali Mandi, nggak apa-apa, tapi keluarga harus dijaga tetap sehat,” katanya. (tempo.co)

Advertisement
Share

Recent Posts

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Sorotan, Warganet Pertanyakan Konsep yang Mirip Minimarket

BOGOR - WARTA BOGOR - Keberadaan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di sejumlah daerah tengah…

3 hours ago

Viral Lagu Mas Bahlil Ganteng, Anak Bahlil Sampai Memanggilnya ‘Bapak MBG’

WARTA BOGOR - Lagu "Mas Bahlil Ganteng" atau yang populer dengan singkatan MBG terus menjadi…

4 hours ago
Advertisement

Lebih dari 10 Ribu WNI Terlibat Kasus Online Scam di Kamboja, Ajukan Permohonan Pulang ke Indonesia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat lonjakan…

5 hours ago

Sejarah Lahirnya Pancasila: Dari Sidang BPUPKI hingga Menjadi Dasar Negara Indonesia

WARTA BOGOR - Pancasila secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, yakni gabungan kata panca yang…

1 day ago

Rudy Susmanto sebut Skywalk Tegar Beriman Wujud Pembangunan Inklusif di Kabupaten Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Skywalk Tegar Beriman tidak…

1 day ago

SIM Digital Mulai Diterapkan, Ini Syarat dan Tahapan Registrasinya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan transformasi digital dalam layanan publik,…

1 day ago