40 Negara Tertarik Bergabung BRICS, Ada Indonesia

JAKARTA – WARTA BOGOR – Sejumlah negara mendaftar organisasi ekonomi yang dikuasai Rusia-China, BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa). Beberapa negara lainnya baru mengungkapkan tertarik untuk bergabung.

Pemerintah Afrika Selatan menyatakan lebih dari 40 negara mengungkapkan ketertarikan mereka ke BRICS, termasuk Indonesia dan Ethiopia.

Beberapa negara sudah ada yang mendaftar secara resmi, seperti Argentina, Meksiko, Iran, Arab Saudi, Mesir, Nigeria, dan Bangladesh.

Disisi lain, pihak berwenang Indonesia mengakui RI memang tertarik bergabung BRICS. Namun. sejauh ini Indonesia masih memantau.

Presiden Indonesia Joko Widodo sendiri belum memberi kepastian apakah RI akan mendaftar ke BRICS.

Salah satu peneliti senior dari Universitas Tuts Amerika Serikat, Mihaela Papa menilai negara-negara tersebut memiliki berbagai alasan untuk mengajukan permohonan, seperti ketertarikan terhadap Inisiatif ekonomi ke mata uang lokal.

“Lalu ada yang memiliki akses lebih mudah ke China atau ke anggota BRICS lain atau memiliki banyak kontrol selama ketegangan dan ketidakpastian berlangsung,” kata Mihaela, seperti dikutip CNN, Senin (21/8/2023).

Para anggota baru dengan ekonomi berkembang bisa membuat alternatif untuk menghadirkan kekuatan institusi global.

Sementara itu, direktur program China di Lembaga think tank, Stimson Senter mengatakan penambahan anggota baru kemungkinan besar akan memberikan dampak positif bagi anggota terkuat BRICS, China.

“Semakin luas anggotanya, semakin kuat mereka bisa mengklaim suara kolektif, dan semakin besar China sebagai negara dengan ekonomi terbesar akan mengklaim kepimpinan dan keterwakilan negara berkembang,” ujar Senter.

BRICS tengah menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Johannesburg, Afrika Selatan pada 22 hingga 24 Agustus.

Topik yang kemungkinan akan membahas ekspansi BRICS dengan penambahan anggota baru, serta meningkatkan penggalangan dana dan pinjaman mata uang lokal New Development Bank (NDB) hingga kerja sama ekonomi.

 

Sumber: CNN Indonesia