80 Persen Bangunan Gaza Hancur, PBB Sebut Pembersihan Puing Bisa Memakan 140 Tahun

Lebih dari 80 persen bangunan di Jalur Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur sejak konflik yang pecah pada Oktober 2023. Skala kehancuran tersebut menyisakan sekitar 68 juta metrik ton puing, jumlah yang diperkirakan setara dengan 11 Piramida Agung Giza.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat hingga saat ini kurang dari 0,5 persen puing berhasil dibersihkan. Dengan laju pembersihan saat ini, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 140 tahun untuk diselesaikan.

Di sisi lain, hasil jajak pendapat yang dilakukan pada Oktober 2025 menunjukkan sekitar tiga dari empat warga Israel menginginkan penyelidikan independen yang dipimpin negara terkait serangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Keinginan tersebut muncul karena masih banyak kekhawatiran di tengah masyarakat Israel bahwa serangan serupa dapat kembali terjadi, baik dari Jalur Gaza maupun wilayah lainnya.

Meski sejumlah lembaga keamanan telah melakukan investigasi internal, sebagian besar responden menilai diperlukan penyelidikan yang lebih menyeluruh dan independen guna memastikan adanya akuntabilitas.

Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berulang kali menolak pembentukan penyelidikan nasional. Ia beralasan proses tersebut berpotensi tidak objektif atau bersifat bias terhadap dirinya.

Netanyahu juga berpendapat penyelidikan mengenai peristiwa 7 Oktober sebaiknya dilakukan setelah seluruh operasi militer Israel selesai. Sikap tersebut terus memicu perdebatan di dalam negeri terkait waktu yang tepat untuk melakukan investigasi independen atas serangan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: SINDOnews