BOGOR – WARTA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut pembangunan fasilitas Waste to Energy Plant (PSEL) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai salah satu capaian strategis yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Menurutnya, Kota Bogor akan menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan, Rabu (1/7/2026).
Dedie menjelaskan, seluruh tahapan persiapan pembangunan telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Dalam waktu dekat, proyek tersebut dijadwalkan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Perubahan Kota Bogor berlangsung cukup cepat. Salah satu yang paling membanggakan adalah kita akan memiliki dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Persiapannya sudah dilakukan selama satu tahun terakhir dan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera dilakukan groundbreaking,” ujar Dedie.
Ia mengatakan, pembangunan dua fasilitas PSEL merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bogor untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh, mulai dari pengurangan di sumber hingga pengolahan akhir.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, sekaligus menghasilkan energi terbarukan.
“Ini menjadi bagian dari upaya mendukung arah kebijakan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir agar dapat terselesaikan secara berkelanjutan. Alhamdulillah, Kota Bogor mendapat kesempatan menjadi salah satu kota pertama yang mengolah sampah menjadi energi listrik,” katanya.
Dedie berharap proyek ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Kota Bogor sebagai kota yang terus menghadirkan inovasi di bidang pembangunan ramah lingkungan.
Sumber: pemerintah kota bogor