BOGOR – WARTA BOGOR – Aktivitas kegempaan di kawasan Gunung Gede-Pangrango mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM melaporkan adanya dua gempa vulkanik yang terjadi dalam rentang lima hari. Disertai dengan kemunculan gempa tektonik lokal yang hampir tercatat setiap hari.
Ketua Tim Pengamatan Gunung Api PVMBG, Heruningtyas menjelaskan bahwa dua gempa vulkanik tersebut terekam dalam periode 28 November hingga 2 Desember 2025.
Data ini menunjukkan adanya dinamika aktivitas internal yang masih perlu diperhatikan.
Berdasarkan catatan PVMBG, rangkaian kegempaan tercatat sebagai berikut, pada Kamis, 27 November 2025, alat monitoring mendeteksi satu gempa tektonik lokal serta empat gempa tektonik jauh.
Sehari setelahnya, Jumat, 28 November 2025, dua gempa vulkanik dalam terpantau dengan amplitudo 3–7 mm, selang waktu S-P 0,5 detik, serta durasi antara 5–7 detik.
Pada hari yang sama juga tercatat satu gempa tektonik lokal dan lima gempa tektonik jauh.
Berlanjut ke Sabtu, 29 November 2025, aktivitas kegempaan kembali terlihat dengan satu gempa tektonik lokal dan satu gempa tektonik jauh.
Kemudian pada Minggu, 30 November 2025, instrumen mencatat dua gempa tektonik jauh. Sementara itu, Senin, 1 Desember 2025, kembali muncul satu gempa tektonik jauh.
Pada Selasa, 2 Desember 2025, aktivitas tektonik masih berlanjut dengan satu gempa tektonik jauh yang memiliki amplitudo mencapai 8 mm, selang waktu S-P 22 detik, dan durasi gempa mencapai 75 detik.
PVMBG menegaskan bahwa meskipun aktivitas ini belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang signifikan ke arah erupsi. Namun, Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung maupun wisatawan diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi.
Sumber: Pojok Bogor