Berita

Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta

PAPUA-WARTABOGOR.id – Masyarakat sukuKorowai sangat bergantung pada penambangan emas tradisional yang berada di wilayah Korowai, KabupatenPegunungan Bintang, Provinsi Papua.

Meski berada di Kabupaten Pegunungan Bintang, wilayah Korowai diapit empat kabupaten lain, yakni Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Mappi.

Namun, akses transportasi ke wilayah terisolasi itu sangat terbatas.

Advertisement

Pilihan tercepat menggunakan helikopter dari Kabupaten Boven Digoel. Butuh waktu sekitar satu jam penerbangan mencapai wilayah itu.

Atau, warga bisa menggunakan logboat dari Boven Digoel selama satu hari perjalanan. Kemudian, dilanjutkan berjalan kaki selama dua hari perjalanan menuju kawasan penambangan rakyat Korowai.

Lokasi yang terisolasi membuat harga bahan pokok di kawasan itu cukup mahal.

Advertisement

Di kawasan tambang emas tradisional di Korowai, tepatnya di Mining 33, Distrik Kawinggon, Pegunungan Bintang, harga satu karung beras berukuran 10 kilogram mencapai Rp 2 juta.

” Beras 10 kilogram itu emas empat gram. Kalau dibeli dengan uang, satu karung itu harganya Rp 2 juta,” kata salah satu pengelola Koperasi Kawe Senggaup Mining Hengki Yaluwo di Korowai, seperti dikutip Antara, Rabu (1/7/2020).

Hengki menyebutkan, harga beras tersebut hampir sama di puluhan lokasi tambang rakyat lainnya di wilayah Korowai.

Advertisement

Tak cuma beras yang mahal, harga mi instan dan bahan pokok lainnya juga tinggi.

Satu kardus mi instan dijual seharga Rp 1 juta.

“Mi instan satu karton kalau ditukar dengan emas itu, dua gram, satu karton Rp 1 juta, satu bungkus Rp 25.000,” kata Hengki.

Advertisement

Sementara itu, ikan kaleng berukuran besar dijual seharga Rp 150.000.

Harga kebutuhan lain juga tinggi. Hengki mencontohkan ponsel yang dibanderol per gram emas.

Menurut dia, ponsel tergantung merek dijual seharga 10 gram sampai 25 gram emas.

Advertisement

Bergantung hidup dari tambang emas

Wilayah Korowai, KabupatenPegunungan Bintang, masih terisolasi dan tertinggal. Kawasan itu tak tersentuh pembangunan pemerintah.

Salah satu pemilik Dusun Kali Dairam Korowai di Mining 33, Ben Yarik, mengatakan, suku Korowai merupakan penghuni asli kawasan itu.

Advertisement

“Bertahun-tahun pemerintah tidak pernah membangun Korowai, Tuhan yang memberikan hasil emas bagi kami, sehingga kami bisa menambang dan membantu kami,” kata Ben.

Ben mengatakan, tambang emas tradisional merupakan salah satu mata pencarian masyarakat setempat.

Ia berharap pemerintah tak menutup penambangan tradisional itu. Sebab, kawasan tambang tradisional itu menghidupi ekonomi masyarakat sekitar.

Advertisement

“Kasihan ini, banyak masyarakat tidak lagi diperhatikan dan terus tertinggal. Selagi masih ada emas yang menjamin,” ujarnya.(kompas.com)

Share

Recent Posts

Modus Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP Jadi Premium, 10 Pejabat Disanksi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik pengoplosan…

5 minutes ago

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Polbangtan Kementan Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

BOGOR-WARTA BOGOR – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama…

1 hour ago
Advertisement

BKN Buka Program ASN Promote ASN, Bisa Diusulkan Rekan Kerja Berprestasi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Kepegawaian Negara (BKN) meluncurkan program ASN Promote ASN yang…

19 hours ago

Sumpah Pemuda 2026: 5 Aksi Nyata Pemuda Muslim untuk Indonesia

WARTA BOGOR - Setiap 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk mengenang tekad generasi…

1 day ago

Aksi Mahasiswa UI 28 Oktober, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar…

1 day ago

Pemerintah Siapkan 4 Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk…

2 days ago