Pertanian

Berdayakan Lahan Bera, Kementan Dongkrak Produktivitas Pertanian

BOGOR-WARTA BOGOR – Inovasi dan kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Barat menjadi topik hangat pada Millennial Agriculture Forum (MAF) yang diselenggarakan Polbangtan Bogor pada Sabtu (16/3/2024).

Dalam upaya mengatasi tantangan yang dihadapi pertanian di Indonesia, event mingguan yang diselenggarakan secara online ini sukses menghadirkan lebih dari 600 peserta.

MAF adalah agenda rutin yang diselenggarakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), bertujuan untuk menginspirasi dan memotivasi mahasiswa agar menjadi wirausaha mandiri.

Advertisement

Dengan fokus pada modernisasi pertanian, edisi MAF kali ini menghadirkan tiga pembicara terkemuka: Dede Sopyandi (Petani Milenial), Desrial,  (Dosen di IPB), dan Sostenes, dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi).

Melalui diskusi dan wawasan praktis yang dibagikan oleh para pembicara, peserta diharapkan untuk menjelajahi potensi mekanisasi pertanian, khususnya dalam pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.

Forum ini ditutup dengan semangat dan komitmen baru di antara peserta untuk mendorong perubahan positif dalam lanskap pertanian Indonesia, dengan memanfaatkan inovasi dan kolaborasi untuk membuka potensi besar sektor pertanian.

Advertisement

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi,  turut memberikan sambutan yang penuh inspirasi kepada para peserta.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertanian modern sebagai kunci untuk membawa pertanian Indonesia menuju arah kemajuan yang lebih baik.

Sambutan tersebut tidak hanya memberikan dorongan moral, tetapi juga menegaskan komitmen Badan PPSDMP untuk mendukung perubahan positif dalam sektor pertanian.

Advertisement

Dengan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan para peserta.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pertanian modern sebagai kunci untuk membawa pertanian Indonesia menuju arah kemajuan yang lebih baik.

Sambutan tersebut tidak hanya memberikan dorongan moral, tetapi juga menegaskan komitmen Badan PPSDMP untuk mendukung perubahan positif dalam sektor pertanian.

Advertisement

Dengan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan para pelaku industri pertanian, Kepala BPPSDMP percaya bahwa masa depan pertanian Indonesia akan dipenuhi dengan inovasi, kemandirian, dan kemakmuran.

“Pertanian modern lebih keren lagi disebut smart farming, pertanian cerdas, pertanian yang dilakukan dengan cara-cara yang cerdas, bukan cara-cara tradisional lagi. Pertanian modern itu memanfaatkan alat dan mesin pertanian dari hulu sampai ke hilir, mulai dari menyeleksi bibit sampai panen.” pungkas Dedi.

Desrial mengemukakan pentingnya optimalisasi lahan bera dengan menggunakan Alsintan sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan pertanian di tengah perubahan iklim yang kritis.

Advertisement

Desrial, yang merupakan pakar pertanian, menyoroti fakta bahwa suhu bumi terus meningkat dengan tingkat sekitar 1,5 derajat Celcius setiap tahunnya. Dampak dari perubahan ini tidak hanya terasa pada pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko kelaparan di banyak negara. Negara-negara yang biasanya menjadi eksportir beras, seperti India dan Bangladesh, mulai menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dalam negerinya dan bahkan terpaksa menutup pintu ekspornya.

Dalam konteks ini, Desrial menekankan perlunya mengoptimalkan penggunaan lahan bera, yang seringkali terbengkalai, dengan memanfaatkan Alsintan atau alat dan mesin pertanian. Alsintan memungkinkan pemanenan yang lebih efisien dan produktif, serta membantu petani menghadapi tantangan lingkungan yang semakin ekstrim.

Dalam upaya mengatasi tantangan ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Sukabumi, Sostenes, menjelaskan serangkaian upaya optimalisasi yang dilakukan untuk mengelola sawah tadah hujan. Upaya tersebut mencakup beberapa aspek utama, mulai dari penerapan pola tanam yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman hingga percepatan dalam proses olah dan tanam dengan memanfaatkan teknologi modern.
Advertisement

Selain itu, penggunaan pompa air menjadi strategi penting dalam optimalisasi sawah tadah hujan, memungkinkan pengaturan pasokan air yang lebih baik terutama saat musim kemarau.

Penambahan bahan organik seperti kompos dan pupuk hijau juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian secara alami.

Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi budidaya yang efektif. Dalam penjelasannya, Dede Sopyandi, menyoroti tiga langkah kunci yang telah diterapkan.

Advertisement

Pertama, penggunaan benih bermutu dan bersertifikat untuk memastikan hasil pertanian yang optimal.
Selanjutnya, upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi fokus penting dalam menjaga produktivitas tanaman.

Pemanfaatan Alsintan dari tahap pra tanam hingga pasca panen telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi pertanian di lahan kering tersebut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani lokal dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Idha menampilkan beberapa foto Menteri Pertanian tengah berdialog dengan petani milenial, menekankan pentingnya kolaborasi dan dialog antara pemerintah dan generasi muda dalam memajukan sektor pertanian.

Advertisement

Idha juga memberikan dorongan dan motivasi kepada para audiens untuk terus aktif dan berinovasi dalam upaya memajukan pertanian ke arah yang lebih baik.

“Dengan semangat yang menggelora, pesan penutup ini menjadi momentum bagi para peserta untuk terus bergerak maju dalam mewujudkan perubahan positif dalam dunia pertanian”, ujarnya. (agam/wsd)

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Siapkan Penataan Delapan Simpang di Jalur Puncak, Ratusan Bangunan Terdampak

PUNCAK - WARTA BOGOR - Rencana penataan delapan persimpangan di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten…

17 hours ago

Rumah Zakat berbagi sarapan gratis, dukung pejuang keluarga dan UMKM lokal

BOGOR-WARTA BOGOR – Rumah Zakat kembali menebar manfaat melalui program berbagi sarapan gratis yang ditujukan…

1 day ago
Advertisement

BGN Evaluasi Ribuan Dapur MBG, SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan…

1 day ago

Dua Aksi Demonstrasi Digelar di Jakarta Hari Ini, 3.099 Personel Disiagakan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dua aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat…

1 day ago

Lunasi Biaya Sekolah, Rumah Zakat Buka Akses Pendidikan bagi Siswa Kurang Mampu di Sukabumi

SUKABUMI-WARTA BOGOR– Akses pendidikan yang layak menjadi hak setiap anak, tidak terkecuali bagi mereka yang…

2 days ago

Baby Rio, Panda Pertama yang Lahir di Indonesia, Ukir Sejarah Kabupaten Bogor

CISARUA - WARTA BOGOR - Kabupaten Bogor mencatatkan sejarah baru dalam dunia konservasi satwa liar…

2 days ago