SUKABUMI-WARTABOGOR.id – Awal puasa dirasakan membawa berkah bagi petani di Selatan Sukabumi. Petani padi di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi memetik hasil tanam padi di awal Ramadhan 1441 H. “Kelompoktani Cikadu Desa Cipenduey mendapatkan hasil panen padi sebanyak 132 ton dari luas 15 hektar sawah. Varietas padi yang ditanam yaitu padi Ciherang dengan produktivitas 8,8 ton/hektar,” ujar Yusran Yusnandar, penyuluh pertanian Kecamatan Surade.
Yusran juga menuturkan,” Target produktivitas petani melampaui dari terget, perlu diketahui rataan produktivitas padi ciherang yaitu 8 ton per hektar”. Para petani yang tergabung dalam kelompoktani Cikadu sangat bersyukur dengan harga gabah yang cukup baik yaitu Rp3.600,00-3.800,00 untuk gabah kering panen (GKP) dan Rp4.200,00-4.500,00 untuk gabah kering giling (GKG).
Keberhasilan kelompoktani Cikade juga menjadi salah satu indikator kinerja Kementerian Pertanian dalam meyediakan kecukupan pangan. Program Kostratani yang berbasis Balai Penyuluhan Pertanain menjadi motor penggerak sekaligus menjadi ujung tombak keberhasilan pertanian di lapangan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa,” Kostratani juga didorong untuk berupaya meningkatkan kembali minat di bidang usaha pertanian, termasuk komoditas padi. Ia menargetkan dalam 5 tahun ke depan setidaknya bisa menumbuhkan petani pengusaha milenial sebanyak 2,5 juta orang”.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, juga menuturkan,” Kostratani adalah upaya optimalisasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di kecamatan melalui pembaruan sarana dan prasarana, terutama sarana teknologi informasi”.
“Pengoptimalan BPP dilakukan dengan pelatihan penyuluh dan petani sebagai upaya peningkatan kualitas SDM pertanian. Nantinya seluruh program utama Kementan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat dan petani akan dipusatkan di Kostratani,” jelas Dedi
Pewarta : Aulia Miftakhur Rahman – Polbangtan Bogor
Editor : Ar