BOGOR – WARTA BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto angkat bicara terkait video viral seorang tukang cukur di kawasan Bantar Kambing, Kecamatan Rancabungur, yang menjadi sorotan setelah ditegur karena tidak memasang bendera Merah Putih.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan masyarakat memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menanggapi kejadian tersebut, Rudy menilai hal yang lebih penting bukan sekadar kewajiban memasang bendera, tetapi bagaimana masyarakat dapat memaknai kemerdekaan secara bersama-sama.
“Buat kami, hal yang penting adalah kita memaknai kemerdekaan hari ini bersama-sama,” ujarnya, Rabu, (12/8/2026).
Rudy mengingatkan masyarakat bahwa bendera Merah Putih yang berkibar saat ini memiliki makna besar. Di baliknya terdapat pengorbanan para pahlawan dan pejuang bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
“Kita hanya bisa menyampaikan kepada semua pihak bahwa bendera yang berkibar hari ini, saya selalu menyampaikan, di situ ada jutaan tetesan keringat, ada tetesan darah, ada nyawa para pahlawan, para pejuang kita yang mendahului gugur,” katanya.
Menurut Rudy, perjuangan menuju kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi generasi saat ini. Sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, banyak orang tua yang kehilangan putra-putri terbaik mereka karena berjuang di medan pertempuran.
Ia menilai, jasa masyarakat saat ini tidak akan sebanding dengan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
“Sepintar apa pun diri kita, sekaya apa pun diri kita, sehebat apa pun diri kita, jasa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan jasa para pejuang, para pahlawan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Rudy juga mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti setelah proklamasi kemerdekaan. Para pejuang masih harus mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman.
“Sesulit apa pun hidup kita hari ini, lebih sulit perjuangan para pahlawan kita. Berjuang 350 tahun melawan Belanda, tiga setengah tahun melawan Jepang,” ungkapnya.
“17 Agustus 1945 bangsa ini mendeklarasikan kemerdekaan, kita pun masih berjuang. Berjuang sampai dengan tahun 1948-1949, bahkan di tahun 60-an pun masih berjuang,” sambungnya.
Rudy kemudian mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menurutnya, setiap orang tetap dapat berkontribusi meskipun dalam hal sederhana.
“Kalau tidak bisa berbuat baik untuk 100 orang, berbuat baiklah untuk 10 orang. Jika tidak bisa berbuat baik untuk 10 orang, berbuat baiklah untuk satu orang,” lanjutnya.
“Kalaupun kita tidak bisa berbuat baik untuk satu orang, minimal kita tidak membuat gaduh dan mendukung apa yang sedang dikerjakan, apa yang sedang dilaksanakan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pembangunan bangsa membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, hingga masyarakat.
Menurut Rudy, persatuan menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan dan kehidupan berbangsa.
“Kunci keberhasilan membangun bangsa hanya satu, kami selalu menyampaikan benteng pertahanan terakhir bangsa kita adalah persatuan, musuh utama bangsa kita adalah perpecahan,” tegasnya.
Sumber: Radar Bogor
BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi menangkap pria lanjut usia berinisial DUM (70) setelah diduga…
WARTA BOGOR - Kebakaran melanda kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan…
WARTA BOGOR - Para pemimpin Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat strategi penanganan kemiskinan dengan mengandalkan…
BOGOR – WARTA BOGOR - Polres Bogor berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah tengah mengkaji rencana pembatasan pembelian Pertalite bersubsidi bagi kelompok…