Pertanian

Cara Membuat Kompos dari Daun Kering

JAKARTA, WARTABOGOR.id-Ada banyak jenis pupuk yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman, salah satunya pupuk kompos organik yang berasal dari daun kering.

Melansir dari kanal YouTube BALI ORGANIK TV, Minggu (11/07/2021), berikut ini cara membuat kompos dari daun kering.

Bahan yang dibutuhkan

Advertisement

Nasi aking sebagai dekomposer
Satu karung daun kering
Satu ember air ukuran sedang
Tali rafia secukupnya

Langkah utama cara membuat pupuk kompos dari daun kering adalah menumpahkan daun kering ke tanah atau area kering sebanyak setengah karung.

Kedua, campurkan nasi aking ke dalam satu ember air. Nasi digunakan untuk mengundang bakteri pengurai. Aduk-aduk air dengan nasi hingga larut.

Advertisement

Ketiga, siramkan larutan yang sudah dibuat secara perlahan ke daun kering, aduk daun kering hingga merata agar semua bagian terkena larutan. Namun, pastikan tingkat basahnya hanya sebatas lembap dan tidak becek.

Keempat, jika sudah lembap, masukkan kembali daun ke dalam karung yang berisi setengah daun kering.

Nantinya, air dari setengah daun kering yang sudah dibasahi akan turun ke bawah dan membuat daun kering lainya ikut lembap.

Advertisement

Kelima, apabila semua daun sudah dimasukkan ke karung, tuangkan sisa campuran air dan nasi aking ke permukaan daun kering hingga semua larutan habis.

Terakhir, ikat karung menggunakan tali rafia yang sudah disiapkan. Pastikan ikatan kencang. Selanjutnya, simpan pupuk di tempat gelap dan diamkan selama seminggu.

Setelah seminggu, buka ikatan dan lembapkan dengan air tanpa nasi. Kemudian, tujuh hari berikutnya, buka kembali ikatan untuk mengecek apakah pupuk dalam kondisi lembap atau kering. Jika masih lembap, biarkan. Jika mengering, berikan air.

Advertisement

Nah, saat memberikan air seminggu sekali untuk melembapkan daunnya, jangan lupa menghancurkan daun dengan cara menumbuknya menggunakan bambu.

Pada minggu ketiga, pupuk akan berubah warna menjadi hitam dan teksturnya berubah menjadi serbuk-serbuk.

Pada minggu keempat, pupuk baru bisa digunakan dan diaplikasikan untuk menyuburkan tanaman. (Kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Rumah Zakat Salurkan Perlengkapan Sekolah untuk 70 Anak Yatim dan Dhuafa di Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI-WARTA BOGOR — Komitmen dalam mendukung dunia pendidikan dan meringankan beban masyarakat terus diwujudkan oleh…

2 hours ago

Trase Baru Batutulis Ditargetkan 100 Persen Akhir Oktober, Kapan Dibuka untuk Umum?

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum akan langsung membuka trase baru…

3 hours ago
Advertisement

Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD Janji Tindak Tegas

JAKARTA - WARTA BOGOR - Rumah dinas di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, viral di…

4 hours ago

Stunting Kabupaten Bogor Turun dari 18,9 Persen Jadi 2,37 Persen, Pemkab Perkuat Pencegahan

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kolaborasi…

17 hours ago

Kemenag Buka Bantuan Pendidikan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Pendaftaran 5–12 Oktober 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) bagi…

20 hours ago

Daftar HP yang Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ada iPhone hingga Samsung

WARTA BOGOR - WhatsApp menghentikan layanan pada sejumlah ponsel lawas yang tidak lagi memenuhi persyaratan…

1 day ago