Tech

China Kembangkan Baterai Mobil Listrik Isi Penuh Hanya 3 Menit

WARTA BOGOR – China kembali membuat terobosan dalam teknologi kendaraan listrik dengan memperkenalkan prototipe baterai solid-state yang mampu terisi penuh hanya dalam waktu sekitar tiga menit. Teknologi ini dinilai berpotensi melampaui standar pengisian daya kendaraan listrik yang ada saat ini.

Para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan China memperkenalkan baterai logam litium berbasis solid-state yang diklaim memiliki kepadatan energi tinggi sekaligus mendukung pengisian daya ultra cepat. Teknologi tersebut telah lama menjadi target pengembangan industri kendaraan listrik global.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan, baterai tersebut mampu mencapai kepadatan energi hingga 451,5 Wh/kg dan tetap mempertahankan performa stabil selama 700 siklus pengisian daya. Selain itu, proses pengisian dan pengosongan daya diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit.

Advertisement

Jika berhasil diproduksi secara massal, teknologi ini berpotensi menjadi lompatan besar dibandingkan baterai kendaraan listrik yang digunakan saat ini.

Sebagian besar kendaraan listrik dari produsen Amerika Serikat dan Eropa saat ini masih memerlukan waktu sekitar 20 hingga 40 menit untuk pengisian cepat secara efektif. Sementara itu, sejumlah perusahaan China terus mempercepat pengembangan teknologi pengisian ultra cepat.

Beberapa perusahaan seperti BYD, CATL, dan Ganfeng Lithium diketahui aktif mengembangkan baterai solid-state dengan kemampuan pengisian lebih cepat serta kepadatan energi lebih tinggi guna memperkuat posisi China dalam industri baterai global.

Advertisement

Kemajuan teknologi baterai solid-state di China juga terjadi di tengah meningkatnya kerja sama antara produsen mobil Barat dan perusahaan teknologi China demi mempertahankan daya saing di sektor kendaraan listrik.

Meski demikian, baterai dengan kepadatan energi tinggi juga memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait aspek keselamatan. Baterai berkapasitas besar berisiko menimbulkan kebakaran apabila mengalami panas berlebih.

Para peneliti mengklaim baterai tersebut telah melewati berbagai uji keselamatan, namun keandalan teknologi itu dalam penggunaan sehari-hari masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Advertisement

Selain itu, proses komersialisasi baterai solid-state diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa tahun karena kompleksitas manufaktur, pengujian ketahanan, hingga sertifikasi keamanan.

Saat ini, banyak produsen baterai menargetkan teknologi tersebut mulai dipasarkan secara luas pada periode 2026 hingga 2028.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: SINDOnews

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Pasca Kericuhan Demo 27 Agustus di Jakarta: Polisi Amankan 322 Orang, 1 Meninggal Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kericuhan terjadi di sejumlah titik di Jakarta setelah aksi demonstrasi…

10 hours ago

Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Mirip Zamzam Tower, Telan Anggaran Rp142 Miliar

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran sebesar Rp142 miliar untuk pembangunan…

1 day ago
Advertisement

Pemkab Bogor Rencanakan Pembangunan Underpass di Simpang PDAM pada 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor berencana melakukan penataan di Jalan Tegar Beriman,…

1 day ago

Bukan Naikkan Pajak, Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Utang Negara Tetap Terkendali

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa menjaga keberlanjutan utang…

1 day ago

Rumah Zakat Hadirkan Kebahagiaan, Salurkan Bingkisan bagi Anak-anak SLBN Sejahtera Kota Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 21 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menebar semangat dan kebahagiaan melalui penyaluran…

2 days ago

Pesan Tegas Prabowo untuk Kabinet Merah Putih: Yang Tak Sanggup, Boleh Minggir!

BALI - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan pesan tegas kepada jajaran Kabinet…

2 days ago