BOGOR – WARTA BOGOR – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor turut memeriahkan peringatan Hari Pramuka ke-65 dengan menampilkan drama kolosal yang dipadukan dengan tarian tradisional serta musik medley.
Pertunjukan tersebut digelar setelah Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tingkat Kota Bogor yang berlangsung di Lapangan Sempur, Selasa (18/8/2026).
Atraksi yang dibawakan oleh Pramuka Penggalang SMP Zafirah Gugus Depan tersebut mengangkat tema “Pajajaran Anyar”.
Regu Cheetah Tracker dan Astrantia Maxima dari Yayasan Nur Insan Zafirah berhasil menyuguhkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan tentang budaya dan semangat kebangsaan.
Kepala Sekolah SMP Zafirah, Denny Raharja Anwar, mengatakan keberadaan Pramuka saat ini dapat berkontribusi dalam berbagai sektor dan bidang untuk mendukung kemajuan Indonesia.
Menurutnya, drama kolosal yang ditampilkan menjadi salah satu bentuk kreativitas anggota Pramuka sekaligus menggambarkan rasa cinta terhadap tanah air melalui budaya. Pertunjukan tersebut juga mencerminkan nilai kedisiplinan, ketekunan, dan kerja keras.
“Artinya melalui pembinaan yang dilakukan anggota Pramuka ini bisa juga memberikan berbagai manfaat langsung untuk masyarakat. Sehingga harapannya Pramuka semakin jaya, berdaya, dan bisa menjadi motor penggerak Indonesia Emas melalui generasi unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Pembina, Fadila, menjelaskan bahwa koreografi dalam drama kolosal tersebut dirancang untuk merepresentasikan semangat Hari Pramuka ke-65 sekaligus mengajak generasi muda mengenal budaya.
Dengan konsep melingkar yang ditampilkan dalam atraksi ini, terdapat simbol untuk selalu bersama-sama membangun Indonesia.
“Jadi secara keseluruhan koreografi ini melambangkan untuk selalu bersama berkesinambungan antara Pramuka sekolah dan masyarakat serta belajar mengenal dan melestarikan budaya. Membangun Indonesia dengan apa yang kita bisa harus terus diusahakan,” ungkapnya.
Sumber: pemerintah kota bogor