Festival Merah Putih 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan 19 Agenda Meriahkan HUT RI di Kota Bogor

BOGOR – WARTA BOGOR – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kembali menggema di Kota Bogor. Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi diluncurkan dengan menghadirkan 19 rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sepanjang Agustus.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-11, Festival Merah Putih kembali mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan melalui beragam kegiatan bertema kebangsaan, sosial, budaya, olahraga, hingga edukasi.

Ketua Panitia Festival Merah Putih, Syahril M. Said, mengatakan FMP telah berkembang menjadi gerakan masyarakat yang bertujuan memperkuat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

“Festival Merah Putih bukan hanya sekadar acara seremonial. FMP adalah simbol kebersamaan, keberagaman, dan gotong royong warga Bogor dalam menyambut dan memeriahkan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya saat konferensi pers, Minggu (26/7/2026).

Rangkaian festival diawali dengan program “Memerah Putihkan Kota Bogor” yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, panitia menargetkan pemasangan sekitar 10.000 hingga 20.000 umbul-umbul Merah Putih di jalan protokol dan sejumlah titik strategis di Kota Bogor.

Meski demikian, kawasan Lawang Salapan belum dapat dihiasi ornamen merah putih karena masih menjalani proses renovasi yang diperkirakan selesai pada pertengahan Agustus.

“Kami tetap akan memerahputihkan Kota Bogor melalui pemasangan ribuan umbul-umbul di jalan utama. Lawang Salapan memang belum bisa dihias karena masih dalam tahap perawatan,” jelas Syahril.

Salah satu agenda utama Festival Merah Putih 2026 adalah Kirab Merah Putih yang akan digelar pada 9 Agustus. Sekitar 3.000 peserta dijadwalkan mengikuti kirab sambil membawa lima bendera Merah Putih berukuran raksasa yang melambangkan lima sila Pancasila.

Kirab akan dimulai dari Tugu Kujang, melintasi Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi).

Panitia juga mengundang sejumlah tokoh nasional untuk menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

Tradisi khas Festival Merah Putih lainnya adalah upacara penaikan dan penurunan bendera Merah Putih di Tugu Kujang yang akan berlangsung setiap hari selama 1–31 Agustus. Upacara penaikan dijadwalkan pukul 07.00 WIB, sedangkan penurunan bendera dilaksanakan pukul 17.00 WIB.

Panitia juga membuka kesempatan bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk menjadi petugas upacara.

Menurut Syahril, kegiatan tersebut selalu mendapat antusiasme masyarakat. Bahkan, tidak sedikit pengguna jalan yang menghentikan kendaraannya sejenak sebagai bentuk penghormatan saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Selain menanamkan semangat nasionalisme, Festival Merah Putih tahun ini juga menghadirkan berbagai program sosial. Salah satunya adalah wakaf pohon alpukat bagi rumah ibadah yang akan dilaksanakan pada 5 Agustus.

Program tersebut diharapkan mampu mendukung pemberdayaan ekonomi rumah ibadah melalui hasil panen pohon alpukat. Panitia juga bekerja sama dengan Kantor ATR/BPN untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf bagi rumah ibadah maupun fasilitas sosial.

“Ini bukan sekadar wakaf pohon, tetapi bagian dari upaya menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang bagi rumah ibadah,” katanya.

Tak hanya itu, Festival Merah Putih 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan, mulai dari donor darah pada 1 Agustus, kunjungan ke panti sosial pada 5 Agustus, wisata kebangsaan ke Museum Kepresidenan Balai Kirti yang diikuti sekitar 1.200 pelajar SD pada 18–21 Agustus, hingga Wisata Perjuangan di Museum PETA bagi pelajar SMP pada 24–27 Agustus.

Bagi pecinta kuliner, panitia akan menggelar Festival Kopi Legendaris Kota Bogor pada 21–23 Agustus di Lapangan Sempur. Festival tersebut menghadirkan enam merek kopi legendaris asal Kota Bogor, termasuk Kopi Cap Mbah Sipit yang telah berdiri lebih dari 100 tahun.

Sejumlah agenda lainnya juga siap memeriahkan festival, seperti Padel Merah Putih Championship pada 15 Agustus, Fashion Show Kids di Lawang Salapan pada 28 Agustus, serta Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) Merah Putih Championship yang diikuti sekitar 65 sekolah tingkat SMP dan SMA se-Kota Bogor pada 29 Agustus.

Seluruh rangkaian Festival Merah Putih 2026 akan ditutup melalui Closing Ceremony di Lanud Atang Sendjaja pada 30 Agustus 2026.

Dengan total 19 agenda yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, Festival Merah Putih 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkokoh rasa cinta Tanah Air.

“Festival Merah Putih adalah milik seluruh masyarakat. Dari Kota Bogor, kami ingin terus menyalakan semangat cinta Tanah Air dan mengajak semua elemen bangsa untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan,” tutup Syahril.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: VIVA.co.id