BOGOR-WARTA BOGOR- Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi pertanian nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program strategis Perluasan Areal Tanam (PAT) dan Pompanisasi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah yang memiliki potensi lahan yang belum tergarap optimal.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa pemberdayaan generasi milenial adalah kunci sukses modernisasi, inovasi dan keberlanjutan pertanian Indonesia.
Senada dengan Mentan, Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam beberapa kesempatan menyampaikan pentingnya peran generasi muda di sektor pertanian, “Sangat penting mendorong regenerasi petani untuk ketahanan pangan Indonesia”, ungkap Idha.
Informasi dan laporan progres pompanisasi dan PAT di seluruh Indonesia dikemas program GASPOL Kementan. Program ini merupakan siaran langsung dari Kementerian Pertanian ke lahan pertanian di Indonesia untuk menginformasikan situasi menarik di lokasi pompanisasi dan perluasan areal tanam (PAT).
Polbangtan Bogor melalui program GASPOL Laporan langsung pompanisasi dan PAT kembali menorehkan prestasi dengan suksesnya pelaksanaan live streaming episode ke-23 pada Senin (23/09). Kali ini, fokus utama adalah pelaporan progres pompanisasi di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang disiarkan secara langsung ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di bidang pertanian, di antaranya Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, serta perwakilan aparat setempat, Babinsa, dan Ketua Gapoktan Tani Mawar.
Program pompanisasi yang digalakkan oleh Kementan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah-daerah yang sering mengalami kekurangan air. Dengan adanya fasilitas pompanisasi, diharapkan para petani dapat mengoptimalkan penggunaan air untuk irigasi lahan pertanian mereka. (sdr)