Internasional

Hamas Peringatkan Israel Soal Upaya Pengambilalihan Masjid Al Aqsa

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, memperingatkan Israel terkait dugaan upaya pengambilalihan sebagian kawasan Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.

Hamas menilai langkah tersebut dapat memicu kemarahan besar dari rakyat Palestina maupun masyarakat internasional.

Dalam pernyataannya, Hamas menyebut tindakan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran terhadap status situs suci yang selama ini menjadi simbol penting bagi umat Islam.

Advertisement

“Ini eskalasi yang berbahaya dan pelanggaran yang membutuhkan tindakan mendesak guna melindungi situs tersebut,” demikian pernyataan Hamas dikutip Al Jazeera, Rabu (10/6/2026).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan upaya pengambilalihan Dome of Moses atau Kubah Musa, salah satu bangunan bersejarah yang berada di kompleks Masjid Al Aqsa.

Kubah tersebut terletak di pelataran barat dekat Gerbang Silsilah dan selama ini digunakan sebagai tempat pembelajaran agama serta rumah tahfiz bagi masyarakat Palestina.

Advertisement

Hamas menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan menerima apa yang mereka sebut sebagai upaya “Yahudisasi” terhadap kawasan suci tersebut. Organisasi itu juga menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil langkah konkret dalam merespons berbagai tindakan yang dianggap mengancam status Masjid Al Aqsa.

Pernyataan Hamas muncul setelah beredar laporan yang menyebut adanya upaya dari Israel dan Amerika Serikat untuk mengubah sistem pengelolaan kawasan suci tersebut.

Menurut sejumlah sumber, terdapat wacana pembentukan badan baru yang akan mengelola area Masjid Al Aqsa sebagai pusat multiagama.

Advertisement

Dalam skenario yang dilaporkan, pengaturan baru tersebut disebut akan memberikan akses yang lebih luas bagi umat Yahudi untuk beribadah di kawasan yang selama ini berada di bawah pengawasan otoritas wakaf Islam Yordania.

Selain itu, Israel disebut akan memiliki peran lebih besar dalam pengangkatan imam, pejabat masjid, hingga pengawasan materi khutbah Jumat.

Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perhatian berbagai pihak karena menyangkut status dan pengelolaan salah satu situs keagamaan paling sensitif di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: CNN Indonesia

 

Advertisement
Share

Recent Posts

DPRD Kota Bogor Dorong UMKM Naik Kelas, KUR Ditargetkan Mulai Dianggarkan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menegaskan komitmen lembaganya…

6 hours ago

Viral Dugaan Larangan Hijab di Unhan, Kemhan Buka Suara

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) memberikan penjelasan terkait informasi…

8 hours ago
Advertisement

Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa pihaknya terus…

14 hours ago

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Dijadwalkan Diresmikan Prabowo 26 Agustus

JAKARTA - WARTA BOGOR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa LRT Jakarta rute…

2 days ago

Pemkab Bogor Kaji Kereta Parung Panjang-Jasinga, 6 Stasiun Bakal Dibangun

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menyiapkan rencana pengembangan transportasi…

2 days ago

Karhutla Capai 72 Ribu Hektare, Pemerintah Perketat Aturan Pembukaan Lahan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

2 days ago