Categories: Pendidikan

Hardiknas: Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar

JAKARTA, WARTABOGOR.id – Tepat pada hari ini, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas.

Masih seperti tahun kemarin, peringatan Hardiknas 2021 ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Sehingga peringatannya pun disesuaikan dengan kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor: 27664/MPK.A/TU.02.03/2021 menyampaikan sejumlah imbauan terkait peringatan Hardiknas di tahun 2021 ini.

Advertisement

Adapun tema Hardiknas tahun ini adalah “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar.”

Ada empat poin besar yang terkandung dalam program merdeka belajar ini.

Yaitu penggantian UN menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan survei karakter, penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), penyederhanaan atau pemangkasan sejumlah komponen Rencana Pelaksaan Pembelajaran serta penerbitan peraturan PPDB Zonasi dengan kebijakan lebih fleksibel.

Advertisement

Dalam skala perguruan tinggi, merdeka belajar diartikan sebagai cara memberikan kebebasan pada mahasiswa untuk mengeksplorasi ilmu dan skill dalam cakupan yang lebih luas, bahkan tak terbatas.

Dalam dunia perguruan tinggi, beberapa implementasi merdeka belajar sebenarnya sudah diterapkan dari sejak lama.

Salah satunya adalah progam Kuliah Kerja Nyata atau KKN. Meski di beberapa perguruan tinggi, program ini sempat ditiadakan dengan alasan tertentu.

Advertisement

KKN adalah metode pencarian ilmu baru dalam langkah nyata. Dimana mahasiswa akan tergabung dengan mahasiswa lain dari lintas ilmu, untuk bersama-sama bekerja membaur dengan masyarakat.

Tujuan dari kebijakan merdeka belajar adalah membekali siswa dengan ilmu-ilmu yang luas cakupan dan sumbernya, sehingga siswa tak terkotak dalam kotak sabun.

Lebih jauh, menurut Ridwan Sanjaya, merdeka belajar yang memungkinan mahasiswa mengeruk ilmu lintas prodgi bahkan lintas universitas ini, diharapkan bisa membekali para lulusan dengan ilmu juga skill mumpuni.

Advertisement

“Sehingga mereka tak asal lulus, namun juga bisa survive di dunia kerja. Baik sebagai karyawan atau sebagai pengusaha.”

Karena selama ini yang terjadi adalah, banyak mahasiswa yang hanya mengejar kelulusan. Namun bekal ilmu yang dimiliki sangatlah minim, karena hanya menguasai satu bidang ilmu atau skill saja. (Kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Dijadwalkan Diresmikan Prabowo 26 Agustus

JAKARTA - WARTA BOGOR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa LRT Jakarta rute…

7 hours ago

Pemkab Bogor Kaji Kereta Parung Panjang-Jasinga, 6 Stasiun Bakal Dibangun

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menyiapkan rencana pengembangan transportasi…

9 hours ago
Advertisement

Karhutla Capai 72 Ribu Hektare, Pemerintah Perketat Aturan Pembukaan Lahan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

10 hours ago

Bareskrim Polri Ungkap Modus 72 Tersangka Karhutla: Cara Murah Buka Lahan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan sebanyak 72 orang sebagai…

22 hours ago

Tekan Kemacetan dan Dorong Pariwisata, Pemkab Bogor Kaji Pembangunan Kereta Gantung di Kawasan Puncak

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mempersiapkan pengembangan sarana transportasi sebagai…

23 hours ago

LAZ Ummul Quro Bogor Resmi Terima Izin Operasional Terbaru dari Kemenag Jabar

BANDUNG-WARTA BOGOR– Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ummul Quro Bogor resmi menerima Surat Keputusan (SK) sekaligus…

2 days ago