WARTA BOGOR – Indonesia dengan beragam macam budaya punya cara unik dalam menyebut berbagai hal. Salah satunya dalam sebutan penyakit. Beberapa penyakit sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari di Indonesia tidak dikenal dalam dunia medis atau memiliki nama yang lebih ilmiah.
Sering kali, sebutan penyakit yang tidak ada dalam literatur medis ini berdasarkan gejala yang dirasakan bahkan mitos yang beredar di masyarakat.
Lalu, apa saja nama penyakit dengan nama sebutan yang unik di Indonesia, berikut daftarnya!
1. Turun Berok
Turun berok adalah istilah untuk menyebut nama penyakit yang disebut dengan hernia inguinalis.
Terlihatnya benjolan pada tubuh, khususnya perut atau area selangkangan, sering menjadi gejala paling umum dari turun berok.
Dirangkum dari Healthline, hernia inguinalis terjadi ketika usus atau lemak di perut menonjol melalui dinding perut bagian Bawah ke area inguinal atau selangkangan.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti aktivitas fisik yang berat, kehamilan, penuaan, atau gangguan kesehatan tertentu misalnya batuk kronis dan obesitas.
2. Pegal Linu
Anda mungkin pernah mendengar para orang yang berusia lanjut mengeluh mengalami pegal linu. Pegal linu digambarkan sebagai rasa nyeri dan kelelahan pada otot. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut myalgia.
Dikutip dari laman Puskesmas Belong, pegal linu sebenarnya bukanlah suatu penyakit. Keluhan ini sebenarnya adalah gejala dari suatu penyakit atau kondisi tubuh tertentu. Pegal linu bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kelelahan, posisi tidur yang salah, olahraga yang tidak tepat, hingga dehidrasi.
Cara orang Indonesia mengatasi kondisi ini pun cukup unik. Mulai dari kerokan, pijat, hingga minum jamu. Meskipun umumnya tidak berbahaya, pegal linu yang berkepanjangan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
3. Masuk Angin
“Masuk angin” adalah istilah penyakit yang sangat sering kita dengar. Biasanya, istilah ini merujuk pada kondisi perut kembung, demam, mengigil, lemas, pegal, mual-muntah, dan lain sebagainya.
Menurut Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Dr. Mulia Sp.PD, masuk angin tidak ada dalam literatur kedokteran. “Jadi, masuk angin itu hanya sebutan orang Indonesia bagi kumpulan gejala tadi,” kata Mulia.
Penyebab kondisi ini beragam tergantung pada gejala yang dirasakan. Namun, pada intinya, angin tidak masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan sakit. Meski sebenarnya punya penyebab yang berbeda, orang Indonesia sering kali melakukan kerokan untuk mengobati masuk angin.
4. Bintitan
Bintitan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan benjolan kecil seperti jerawat di kelopak mata. Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medula tahun 2023, dalam dunia medis, kondisi ini disebut hordeolum. Penyebab kondisi ini adalah infeksi bakteri Staphylococcus di dekat akar bulu mata.
Gejala mata bintitan meliputi mata merah, berair, terasa berat, nyeri, dan bengkak. Meskipun umumnya tidak berbahaya, bintitan harus ditangani dengan baik agar tidak menyebabkan komplikasi.
Mitos yang beredar di Indonesia mengatakan bahwa bintitan muncul karena seseorang sering mengintip orang lain sedang mandi.
5. Cantengan
Cantengan terjadi ketika ujung kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya, menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan bahkan infeksi.
Dikutip dari laman Kemenkes, dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan onikokriptosis atau unguis incarnatus.
Cantengan bisa terjadi karena berbagai faktor, termasuk memotong kuku terlalu pendek, memakai sepatu yang terlalu sempit, atau cedera pada kuku. Walaupun terdengar sepele, cantengan bisa menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan benar.
6. Paru-paru basah
Istilah paru-paru basah sering kali digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sebenarnya merujuk pada pneumonia atau radang paru-paru.
Dikutip dari laman Kemenkes, infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan pada kantung-kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru.
Akibatnya, kantung-kantung udara di paru-paru dipenuhi cairan yang membuat sulit bernapas. Terdapatnya cairan atau lendir inilah yang membuat beberapa orang berpikir paru-paru dalam kondisi “basah” sehingga muncul istilah paru-paru basah.
Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk bakteri, virus, dan jamur.
7. Bengek
Istilah ini merujuk pada suara napas yang berbunyi “ngik-ngik” saat mengalami gangguan kesehatan ini.
Dalam bahasa Inggris, kondisi ini disebut dengan wheezing karena alasan yang kurang lebih mirip dengan pendapat di atas. Saat mengalami kondisi ini, terdengar suara bersiul ketika penderitanya bernapas.
Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini terjadi karena saluran napas tertutup. Penyebab bengek diantaranya pilek, alergi, asma, atau pneumonia.
8. Kesemutan
Istilah kesemutan merujuk pada sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum atau kebas pada bagian tubuh tertentu. Yang dirasakan pada kondisi ini seperti ada banyak semut yang ada di bagian tubuh tertentu.
Menurut Kemenkes, dalam dunia kedokteran, kondisi ini disebut parestesia.
Kesemutan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari posisi tubuh yang salah, tekanan pada saraf, hingga penyakit seperti diabetes atau multiple sclerosis.
Penyebutan penyakit di Indonesia sering kali menggunakan istilah-istilah yang tidak dikenal di dunia medis internasional.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya dan bahasa lokal mempengaruhi persepsi dan penamaan kondisi kesehatan.
Sumber: Kompas.com