Berita

Jawa Barat Jadi Provinsi dengan PHK Tertinggi 2025, Sektor Ini Paling Terdampak

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kementerian Ketenagakerjaan mencatat lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang signifikan di Jawa Barat sepanjang tahun 2025. Provinsi ini menjadi wilayah dengan jumlah PHK tertinggi secara nasional.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengungkapkan bahwa berdasarkan data pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan, Jawa Barat menempati posisi teratas dalam gelombang PHK selama 2025.

Dari sekitar 88 ribu kasus PHK yang terjadi di seluruh Indonesia, sebanyak 18.815 di antaranya berasal dari Jawa Barat.

Advertisement

Indah menjelaskan, lonjakan PHK di provinsi tersebut tidak terlepas dari tekanan global, terutama melemahnya kinerja ekspor-impor serta situasi geopolitik internasional yang memanas sejak awal 2025.

“Kondisi dunia di awal 2025 hingga semester pertama masih diwarnai dinamika tinggi, geopolitik, perang, dan lain sebagainya. Itu pasti berdampak pada ekspor,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor manufaktur menjadi penyumbang terbesar PHK. Industri padat karya yang selama ini menyerap banyak tenaga kerja justru menjadi yang paling terdampak oleh guncangan ekonomi global.

Advertisement

Lesunya permintaan ekspor dan melemahnya daya beli dalam negeri membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan jumlah pekerja.

Berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan Kemnaker, jumlah PHK di Jawa Barat sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 88.519 orang.

Angka ini meningkat 10.554 orang dibandingkan 2024 yang tercatat sekitar 77 ribu PHK, serta melonjak tajam dibandingkan 2023 yang berada di angka 64.855 orang.

Advertisement

Kemnaker menegaskan, data tersebut hanya mencakup pekerja yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, jumlah pekerja yang benar-benar terdampak PHK diperkirakan lebih besar karena tidak seluruh kasus dilaporkan secara resmi.

Lonjakan PHK di Jawa Barat menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan. Diperlukan langkah adaptif dan konkret untuk melindungi tenaga kerja sekaligus menjaga keberlangsungan sektor industri agar angka pengangguran tidak terus meningkat dan mengganggu stabilitas sosial ekonomi.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: pojok bogor

Share

Recent Posts

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 15-17 Juli 2026, Momen Terbaik Kalibrasi Arah Kiblat

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena Matahari tepat berada di atas Ka'bah akan kembali terjadi…

7 hours ago

Kemarau Bikin TMA Katulampa Susut Jadi 10 Cm, Waspada Kekeringan Mulai Meningkat

BOGOR - WARTA BOGOR - Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Bogor menyebabkan Tinggi Muka…

9 hours ago
Advertisement

Mulai Tahun Ajaran 2026, Dedie Rachim Minta Setiap Siswa Baru Tanam Satu Pohon

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menerapkan program penanaman pohon bagi…

1 day ago

Syarat & Cara Ajukan Bantuan Pemerintah 2026 untuk Warga Tidak Mampu

BOGOR-WARTA BOGOR-Bantuan sosial pemerintah ditujukan bagi warga miskin/rentan miskin agar kebutuhan dasar terpenuhi. Kuncinya: terdaftar…

1 day ago

Daftar Kontroversi yang Mengiringi Langkah Argentina di Piala Dunia 2026

WARTA BOGOR - Perjalanan Timnas Argentina menuju babak semifinal Piala Dunia 2026 diwarnai sejumlah kontroversi…

1 day ago

Prabowo Ajak Masyarakat Bersatu: Yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan dan…

1 day ago