Nasional

Kemenag dan DPR Sepakat Biaya Haji 2025 Turun, Jemaah Bayar Rata-rata Rp 55 Juta

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025 turun jika dibandingkan dengan biaya haji 2024. Kesepakatan ini dirumuskan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta.

Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang. Turut hadir juga Menag RI Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama RI Romo HR Muhammad Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dan jajarannya.

Raker menyepakati besaran BPIH untuk setiap jemaah haji reguler rata-rata sebesar Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67.

Advertisement

“Rerata BPIH tahun 1446 H/2025 M sebesar Rp89.410.258,79. Biaya ini turun dibanding rerata BPIH 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00,” ujar Nasaruddin Umar, Senin (6/1/2024).

BPIH terdiri atas dua komponen. Pertama, komponen yang dibayar langsung oleh jemaah haji atau disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Kedua, komponen Nilai Manfaat yang bersumbar dari hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah haji. Penurunan BPIH berdampak pada turunnya Bipih yang harus dibayar jemaah dan Nilai Manfaat yang dialokasikan dari hasil optimalisasi setoran awal jemaah.

“Bipih yang dibayar jemaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62% dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38% atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat,” kata Menag.

Advertisement

Menag Nasaruddin mengatakan bahwa pengesahan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR ini akan menjadi dasar bagi Presiden Prabowo Subiyanto untuk menetapkan BPIH. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Pasal 48 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, bahwa besaran BPIH ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Agama setelah mendapat persetujuan DPR RI.

Sebagai informasi, Indonesia mendapatkan 221.000 kuota pada tahun ini. Jumlah ini terdiri atas 201.063 jemaah reguler murni, 1.572 petugas haji daerah, dan 685 adalah pembimbing KBIHU. 17.680 jemaah haji khusus.

 

Advertisement

 

Sumber: Kementerian Agama Republik Indonesia

Advertisement
Share

Recent Posts

Kesal Dibully Rekan Kerja, Pegawai Diskominfo Nekat Bakar Kantor

WARTA BOGOR - Kebakaran melanda kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan…

57 minutes ago

Aliansi Mekkah, Begini Dahsyatnya Kekuatan Militer Arab Saudi, Turki, dan Pakistan

WARTA BOGOR - Para pemimpin Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah…

13 hours ago
Advertisement

Tak Lagi Andalkan Data Umum, Pemkab Bogor Petakan Kemiskinan hingga ke Rumah Warga

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat strategi penanganan kemiskinan dengan mengandalkan…

22 hours ago

Polres Bogor Sabet Juara 2 Nasional Inovasi Ketahanan Pangan

BOGOR – WARTA BOGOR - Polres Bogor berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih…

24 hours ago

Pemerintah Mulai Kaji Pembatasan Pertalite: Tak Lagi untuk Semua

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah tengah mengkaji rencana pembatasan pembelian Pertalite bersubsidi bagi kelompok…

1 day ago

PKS Dramaga Ajak 27 Pemuda Jelajahi dan Tracking Kawah Ratu

BOGOR-WARTA BOGOR – Sebanyak 27 pemuda dan pemudi dari berbagai wilayah di Kecamatan Dramaga mengikuti…

1 day ago