Umum

Kemenag Programkan Masjid Ramah Anak Semakin Banyak

JAKARTA-WARTABOGOR.id- Kementerian Agama memprogramkan masjid ramah anak semakin banyak, sehingga semakin mendekatkan tempat ibadah umat Islam tersebut bagi generasi muda sejak dini.

“Masjid ramah anak ini sebagai jawaban dari beberapa pengurus masjid yang kadang justru mengusir anak-anak di masjid karena dianggap membuat keributan,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim saat berdiskusi dengan insan media di Jakarta, Kamis (17/12).

Menurut dia, sebaiknya masjid mengelola dengan baik anak-anak sehingga mereka kenal dan dekat dengan tempat ibadah sejak dini bukan justru dilarang datang ke masjid.

Advertisement

Agus mengatakan terdapat tren anak muda semakin jauh dari tempat ibadah sehingga mulai saat ini anak-anak sejak dini harus didekatkan dengan ekosistem masjid dengan berbagai cara.
Ia mengaku paham dengan pengelola masjid yang melarang anak usia dini berada di tempat ibadah lantaran dalam beberapa kasus anak-anak memicu kegaduhan karena bermain. Padahal hal seperti itu bisa diatasi dengan adanya fasilitas bagi anak agar gemar ke masjid tanpa membuat gaduh.

Untuk itu, Agus mengatakan Kemenag telah memprogramkan sejumlah masjid agar ramah anak, bahkan bagi balita. Dia mencontohkan takmir di Bontang, Kalimantan Timur, bisa mendesain masjidnya agar ramah anak dengan terdapat fasilitas bermain anak, perpustakaan dan sarana edukatif lainnya.

“Di Bontang, remaja masjid menyiapkan mainan untuk anak, sementara bapak dan ibunya bisa khusyuk beribadah,” kata dia.

Advertisement

Di beberapa masjid, kata dia, juga sudah ramah anak seperti memiliki jaringan internet wifi sehingga dapat diakses umum. Hal itu membuat anak semakin dekat dengan masjid sembari belajar virtual dan melakukan kegiatan yang lain.

“Anak-anak belajar virtual dengan internet, ketika waktu shalat tiba semua shalat berjamaah. Ini baik untuk pendalaman akidah,” katanya.

Agus mengatakan pada tahun 2020 sudah ada 10 masjid ramah anak. Ke depan agar jumlahnya semakin bertambah.

Advertisement

“Bapak ibu khusyuk, anaknya bisa melihat orang tua beribadah. Jangan kalah seperti restoran cepat saji atau mini market yang memiliki kereta-keretaan, kuda-kudaan yang membuat anak-anak jadi ingin masuk dan datang lagi bermain. Kita ingin masjid ke depan seperti itu,” kata dia.(ihram.co.id)

Share

Recent Posts

Kota Bogor Raih Penghargaan Kemendagri sebagai Daerah Terbaik dalam Creative Financing

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor kembali meraih penghargaan tingkat nasional setelah mendapat…

4 hours ago

Anggaran Dipangkas, BGN Ubah Fokus Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi…

5 hours ago
Advertisement

Polbangtan Kementan Dukung Gerakan Tanam Serempak 50.000 Hektar, Perkuat Peran Petani Milenial Menuju Swasembada Pangan

MUARO JAMBI-WARTA BOGOR— Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut serta menyukseskan Gerakan Tanam Serempak seluas…

1 day ago

Kejagung Tahan Tiga Eks Pimpinan BGN, Bongkar Modus Yayasan Terafiliasi dan Markup Anggaran

JAKARTA - WARTA BOGOR - Tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi ditetapkan sebagai…

1 day ago

Transformasi Pasca Haji: Meraih Kesalehan Spiritual, Menebar Kesalehan Sosial

Oleh: Dr. Suhandi, S.Pd.I., M.Pd.I. Pengawas Syariah LAZ Ummul Quro Bogor Sekretaris Pengurus Daerah Al…

1 day ago

Rumah Zakat Kantor Layanan Bogor Terima Dua Penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 3 Juni 2026 — Alhamdulillah, dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-544 Kota Bogor,…

1 day ago