Umum

Kementerian ESDM Tegaskan BBM Bobibos Harus Uji Jalan di Kendaraan Bermotor

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa bahan bakar nabati (BBN) Bobibos perlu melalui tahap uji jalan pada kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif bahan bakar.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pengujian tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan kelayakan Bobibos sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini masih bergantung pada impor.

“Nanti dilakukan tes pada kendaraan mobil dan motor. Kita fokuskan di sana,” ujar Laode dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Advertisement

Menurutnya, inovasi Bobibos harus melalui serangkaian pengujian teknis agar dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi ketergantungan terhadap BBM berbasis fosil.

Untuk itu, ia juga menugaskan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi, Noor Arifin Muhammad, memimpin tim teknis bersama pihak pengembang Bobibos.

“Nanti langsung bicara tentang teknisnya saja. Disusun kebutuhannya apa saja,” kata Laode.

Advertisement

Selain aspek teknis, Laode juga mengingatkan pentingnya pemenuhan berbagai perizinan, termasuk izin penjualan yang harus diajukan kepada kementerian terkait.

Dalam audiensi yang digelar bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM pada Senin (13/4/2026), pihak pengembang Bobibos menyatakan kesiapan mereka untuk menjalani pengujian tersebut.

Founder Bobibos, Iklas Thamrin, mengungkapkan bahwa bahan bakar tersebut telah melalui uji coba internal pada berbagai jenis kendaraan.

Advertisement

“Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel, bahkan truk,” kata Iklas.

Sementara itu, Pembina Bobibos, Mulyadi, menjelaskan bahwa bahan baku utama Bobibos berasal dari jerami, yang selama ini kerap dibakar oleh petani dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan hadirnya Bobibos, petani senyum dua kali. Saat panen ada beras, setelah panen jeraminya punya nilai ekonomi,” ujar Mulyadi.

Advertisement

Ia berharap inovasi ini tidak hanya mampu mengurangi impor BBM, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, menekan dampak lingkungan dari penggunaan bahan bakar fosil, serta membuka peluang lapangan kerja baru.

“Dan yang paling penting, membuka lapangan pekerjaan,” ucapnya.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: antaranews

Advertisement
Share

Recent Posts

Cara Mengatur Gaji UMR Agar Bisa Menabung Setiap Bulan, Tanpa Harus Kesulitan Hidup

BOGOR-WARTA BOGOR – Upah Minimum Regional (UMR) Kota Bogor tahun 2026 sudah ditetapkan, namun masih…

2 hours ago

Tak Perlu Modal Besar, Ini 6 Cara Dapat Uang Tambahan Cuma Bermodal HP dan Internet

BOGOR-WARTA BOGOR – Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, warga Bogor kini punya banyak…

8 hours ago
Advertisement

Presiden Prabowo Klaim Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan segera memiliki motor listrik…

10 hours ago

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

1 day ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

2 days ago

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

2 days ago