Kementerian Pertanian dan Mercy-USA Jalin Kerja sama Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Budidaya Padi Organik

BOGOR-WARTABOGOR.id – Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Mercy-USA melaksanakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Gapoktan Bakti Jaya, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Kamis (0608). Hadir dalam penandatanganan MoU Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta pelaksana teknis Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, dan DinasTanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan(TPHP) Kabupaten Bogor. Program ini berlangsung selama 3 tahun, target pelaksanaan program pada tahun ketiga adalah menghasilkan padi organik berorientasi ekspor. Kemudian akan dilanjutkan selama 2 tahun oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Dinas TPHP Kabupaten Bogor, dan BPP Cibungbulang.

Acara dibuka oleh Wakil Direktur Mercy-USA Indonesia Nurainun Yusuf. “ Pelaksanaan program Pengembangan Padi Organik tertunda akibat adanya wabah Covid-19 sehingga program ini baru bisa berjalan mulai 1 Juli 2020. Semoga program ini bisa berjalan dengan lancar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani melalui budidaya padi organik,” ungkapnya.

Kepala DinasTPHPKabupaten Bogor Siti Nurianty menyampaikan apresiasi dan penghargaan bagi Mercy-USA karena telah memilih Gapoktan Kecamatan Pamijahan untuk pelatihan budidaya padi organik. “Sebelumnya kami sudah melaksanakan budidaya padi organik namun karena pasarnya terbatas atau susah maka petani kembali melakukan budidaya padi anorganik. Semoga program ini bisa berkesinambungan serta mampu memberikan kepastian pasar untuk penjualan padi organik,” tuturya.

Mewakili Direktur Polbangtan Bogor,  Wakil Direktur Tri Ratna Saridewi menuturkan bahwa kegiatan ini sudah dirancang cukup lama antara Mercy-USA, Dirjen TP, dan Dirjen PPKH untuk melaksanakan program ini. “Adapun pelaksanaan teknisnya oleh Polbangtan Bogor, Dinas TPHP Kabupaten Bogor, dan BPP Cibungbulang,” imbuhnya.

Dewi mengungkapkan penandatangan MoU ini sebagai penanda atau tahapan awal sehingga diharapkan adanya sinergi dan kerjasama antara gapoktan dan instansi terkait untuk keberhasilan program. Ada pasar yang sudah mem-blacklist Indonesia akibat adanya pandemi Covid-19. Semoga ada masukan atau arahan dari Mercy-USA untuk mencarikan informasi tentang pasar padi organik terutama yang berada di Amerika. Program ini sejalan dengan Polbangtan Bogor khususnya prodi PPB yang menerapkan sistem pertanian keberlanjutan. “Semoga kedepan kita bisa menjalin kerjasama yang lebih baik sehingga Gapoktan Jaya Bakti bisa menjadi eksportir padi organik,” pungkasnya.

Penandatangan MoU oleh pihak-pihak terkait meliputi perwakilan poktan/gapoktan  Handi dan Emang. Selain itu juga ditandatangani oleh pihak Mercy-USA Indonesia Nuraini Yusuf, Wakil Direktur I Polbangtan Bogor Tri Ratna Saridewi, dan Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bogor Siti Nurianty. Pertemuan ini dilanjutkan dengan Sekolah Lapang tentang Dinamika Kelompok dan Kebijakan Operasional Pembinaan. Materi ini disampaikan sebagai dasar pelaksanaan SLPTT minggu-minggu selanjutnya. Materi Dinamika Kelompok disampaikan oleh Dedy Kusnadi dan Kebijakan Operasional Pembinaan oleh Dayat dosen Polbangtan Bogor.

Selanjutnya SLPTT tahun pertama akan dilaksanakan selama 10 minggu dengan fokus materi pada budidaya pertanian padi organik meliputi pengembangan kelembagaan, manajemen keuangan, serta budidaya pertanian baik off-farm atau on-farm. SLPTT akan dilakukan di lapangan dengan metode pemberian materi kemudian praktek.

Pewarta : Rudi Hartono dan Intan W

Sumber : Polbangtan Bogor