Oplus_131072
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana kembali membuka Program Magang Nasional pada tahun 2026 dengan kuota yang lebih besar.
Program ini direncanakan menampung hingga 150.000 peserta.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang diusulkan meningkat sekitar 50 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Jadi kami mengusulkan untuk ada program pemagangan nasional di 2026 kembali, yang kami usulkan itu 150 ribu, jadi naik 50%,” kata Cris di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Namun, ia belum memastikan waktu pembukaan pendaftaran program tersebut. Saat ini, Kemnaker masih fokus menyelesaikan tahapan Program Magang Nasional 2025, termasuk proses sertifikasi peserta oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Nah, sekarang kita lagi menyelesaikan dulu untuk 2025, karena kita untuk sertifikasi BNSP. Jadi mereka lulus itu bukan hanya punya pengalaman kerja tapi juga punya sertifikasi keahlian dari BNSP,” jelasnya.
Terkait mekanisme pendaftaran, Cris menyebut tidak akan banyak perubahan. Proses akan diawali dengan pendaftaran perusahaan penyelenggara, dilanjutkan pendaftaran peserta, kemudian seleksi oleh pihak penyelenggara.
“Sama sebetulnya. Jadi kita membuka pendaftaran dulu untuk penyelenggara pemagangan, setelah itu pemagang, setelah itu seleksi oleh penyelenggara pemagangan, kemudian jalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, telah melaporkan hasil evaluasi Program Magang Nasional Batch I 2025 kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kemarin Pak Menteri baru dipanggil Pak Presiden untuk menjelaskan seperti apa sih gambaran pemagangan yang 2025,” kata Cris.
“Alhamdulillah sudah disampaikan dengan tanggapannya cukup bagus karena animo dari lulusan termasuk perusahaan itu luar biasa,” imbuhnya.
Menurut Kemnaker, program ini menunjukkan hasil positif. Sejumlah peserta bahkan langsung mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Saat ini, Kemnaker masih melakukan pendataan terkait jumlah peserta yang direkrut. Untuk instansi pemerintah, proses rekrutmen tetap mengikuti mekanisme resmi pengadaan aparatur sipil negara (ASN).
Berdasarkan data sementara, sekitar 20 hingga 30 persen peserta magang telah direkrut langsung oleh perusahaan.
“Berdasarkan monitoring yang kita lakukan, respons dari perusahaan sangat baik. Ada yang sudah merekrut sekitar 20%, ada juga yang mencapai 30%, dan ini masih terus kami data,” ujar Cris.
Sumber: liputan6
JAKARTA - WARTA BOGOR - International Football Association Board resmi menyetujui dua aturan baru terkait…
BEKASI - WARTA BOGOR - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak)…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sekitar 4 juta…
BOGOR-WARTA BOGOR – Senyum bahagia terlihat dari wajah para warga dhuafa di Kampung Nagrog RW…
CIBINONG - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto tengah menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Suasana di Stasiun Bekasi Timur mendadak mencekam pada Senin (27/4/2026)…