Kolaborasi Penyuluh dan Petani Jaga Ketersediaan Beras Lebaran 2020

BOGOR-WARTABOGOR.id – Berada di daerah penyangga, produksi dari Kabupaten Bogor berpengaruh untuk ketersediaan beras di Ibukota.

Ketersediaan beras dari wilayah produksi seperti Kabupaten Bogor, tentu saja tidak terlepas dari kolaborasi yang terjalin antara penyuluh dan petani. Seperti yang dicontohkan penyuluh pertanian dari Desa Leuwisadeng, Bogor, Idha Tri Wahyuni.

Bersama kelompoktani Tani Mukti, Idha melakukan panen padi varietas Inpari 32 dengan produktivitas 7,43 ton/ha GKP di daerah Leuwisadeng Bogor.

“Hasil panen kali ini patut disyukuri, ditengah wabah COVID 19, gabah yang diperoleh mendapatkan harga yang cukup bagus senilai Rp 4.500 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP),” tuturnya.

Idha mengaku akan memotivasi terus petani dan diarahkan untuk tetap produktif di tengah wabah COVID 19. Hal tersebut senada dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas Mentan Syahrul.

Arahan Mentan Syahrul tersebut dipertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi yang mengajak kita semua untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan tagar #pertaniantidakberhenti dan tagar #pertanianmelawancovid19.

Pewarta : Aulia M & Sudrajat

Editor : Ar